PEMUPUKAN

PEMUPUKAN

Pupuk adalah bahan yang ditambahkan ke tanah atau tajuk tanaman dengan

tujuan menambah dan melengkapi ketersediaan unsur hara.

Pemberian pupuk harus seimbang dan efektif. Artinya, jumlah yang diberikan

mampu mencukupi kebutuhan tanaman dan mampu memberikan hasil yang optimal.

Kesalahan dalam pemberian pupuk, baik pemilihan jenis pupuk, cara, maupun

waktu aplikasinya, dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan mengganggu

penyerapan unsur hara oleh tanaman.

Jumlah dan jenis pupuk yang diperlukan tanaman tergantung dari fase

pertumbuhannya.

Pada fase vegetatif, tanaman lebih banyak membutuhkan pupuk dengan kadar

nitrogen tinggi.

Pada fase generatif, unsur fosfor dibutuhkan dalam jumlah lebih besar dibandingkan

dengan unsur hara makro lainnya.

Pemupukan yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

Namun, jenis pupuk yang beredar di pasaran sangat beragam dengan berbagai

merek dagang. Berikut ini disajikan berbagai jenis pupuk dengan kandungan unsur

hara tertentu agar bisa menjadi acuan dalam menentukan jenis pupuk yang akan

diberikan.

Sebelum memahami pupuk dan cara aplikasinya, perlu diketahui terlebih dahulu

mengenai unsur hara yang diperlukan oleh tanaman.

Setiap jenis unsur hara mempunyai reaksi yang berbeda pada berbagai jenis tanah.

Ada unsur hara yang mudah larut di dalam air, mudah hilang karena penguapan atau

tercuci oleh air, atau mudah terikat oleh koloid tanah. Di dalam tanah, unsur hara

tersebut saling berinteraksi. Keragaman reaksi dan interaksi unsur-unsur hara

tersebut berpengaruh terhadap efisiensi pemberian pupuk.

 

 

UNSUR HARA

Saat ini, dikenal 16 macam unsur hara yang diserap oleh tanaman untuk menunjang

pertumbuhannya. Tiga di antaranya diserap dari udara, yakni karbon (C), oksigen

(0), dan hidrogen (H). Sementara itu, 13 unsur hara mineral lainnya diserap

tanaman dan dalam tanah, atau sering disebut dengan unsur hara esensial.

Unsur hara ini terdiri dari unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara

sangat diperlukan tanaman

dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh unsur lain.Jumlah unsur hara yang

diperlukan tanaman harus tersedia dalam jumlah cukup. Jika jumlahnya berlebihan,

kurang mencukupi, terlalu lambat tersedia, atau tidak diimbangi oleh unsur-unsur

lain, pertumbuhan tanaman akan terganggu.

Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar.

Unsur hara makro primer terdiri dari unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).

Unsur hara makro sekunder terdiri dari kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan

sulfur (S).

Unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sangat

sedikit, yakni terdiri dari besi (Fe), mangan (Mn), boron (B), seng (Zn), tembaga

(Cu), molibdenum (Mo), dan khlor (C1).

Tanaman menyerap ketiga belas unsur hara dari larutan tanah dalam bentuk ion

positif (kation) dan ion negatif (anion). Karena ion-ion tersebut bermuatan listrik,

akan terjadi tarik-menarik antara ion dengan koloid tanah yang bermuatan listrik

negatif.

hanya ion-ion yang berada di dalam larutan tanah dan tidak terikat dengan ion lain

atau tidak terikat dengan koloid tanah yang akan mudah diserap oleh akar tanaman.

Ketersediaan unsur hara di dalam tanah dipengaruhi oleh pH atau keasaman tanah,

dengan skala nilai 0-14. Nilai ini menggambarkan jumlah relatif ion H+ terhadap ion

OH di dalam larutan tanah. Pada kondisi tanah asam, yakni pH 0-6, ketersediaan

unsur hara makro cenderung berkurang, sementara itu Fe, Mn, Cu, dan Zn tersedia

dalam jumlah besar. Kondisi demikian akan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pada kisaran pH 6-7,5 ketersediaan unsur hara makro dan unsur hara mikro berada

dalam jumlah ideal dan mudah tersedia bagi tanaman.

 

 

Beberapa Unsur Hara Yang Dibutuhkan Tanaman :

Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium

(Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Mo,

Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl).

Unsur hara tersebut tergolong unsur hara Essensial.

 

Berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi tanaman, dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

–     Unsur Hara Makro

Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar

–     Unsur Hara Mikro

Unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah kecil

 

Unsur hara makro meliputi:

–  N

–  P

–  K

–  Ca

–  Mg

–  S

 

Unsur hara mikro meliputi :

–  Fe

–  Mn

–  B

–  Mo

–  Cu

–  Zn

–  Cl

 

Fungsi Unsur Hara Makro (n-p-k)

 

 

Nitrogen ( N )

–   Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan

–   Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri

–   Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman

–   Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun

–   Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil,

daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat

menguning dan mati.

 

 

Phospat ( P )

–   Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman

–   Merangsang pembungaan dan pembuahan

–   Merangsang pertumbuhan akar

–   Merangsang pembentukan biji

–   Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel

–   Tanaman yang kekurangan unsur P gejalanya : pembentukan buah/dan biji

berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )

 

 

Kalium ( K )

–   Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan

mineral termasuk air.

–   Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit

–   Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi

lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat,

ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.

 

UNSUR HARA MIKRO YANG DIBUTUHKAN TANAMAN

 

A. Besi (Fe)

 

Besi (Fe) merupakan unsure mikro yang diserap dalam bentuk ion feri (Fe3+)

ataupun fero (Fe2+). Fe dapat diserap dalam bentuk khelat (ikatan logam dengan

bahan organik). Mineral Fe antara lain olivin (Mg, Fe)2SiO, pirit, siderit (FeCO3),

gutit (FeOOH), magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3) dan ilmenit (FeTiO3) Besi

dapat juga diserap dalam bentuk khelat, sehingga pupuk Fe dibuat dalam

bentuk khelat.

Khelat Fe yang biasa digunakan adalah Fe-EDTA, Fe-DTPA dan khelat yang lain.

Fe dalam tanaman sekitar 80% yang terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma.

Penyerapan Fe lewat daundianggap lebih cepat dibandingkan dengan penyerapan

lewat akar, terutama pada tanaman yang mengalami defisiensi Fe. Dengan demikian

pemupukan lewat daun sering diduga lebih ekonomis dan efisien.

Fungsi Fe antara lain sebagai penyusun klorofil, protein, enzim, dan berperanan

dalam perkembangan kloroplas. Sitokrom merupakan enzim yang mengandung

Fe porfirin. Kerja katalase dan peroksidase digambarkan secara ringkas

sebagai berikut:

a.   Catalase : H2O + H2O  O2 + 2H2O

b.   Peroksidase : AH2 + H2O  A + H2O

Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses

metabolisme.

Proses tersebut misalnya reduksi N2, reduktase solfat, reduktase nitrat.

Kekurangan Fe  menyebabakan terhambatnya pembentukan klorofil dan akhirnya

juga penyusunan protein menjadi tidak sempurna Defisiensi Fe menyebabkan

kenaikan kadar asam amino pada daun dan penurunan jumlah ribosom secara

drastic.

Penurunan kadar pigmen dan protein dapat disebabkan oleh kekurangan Fe.

Juga akan mengakibatkan pengurangan aktivitas semua enzim.

 

B. Mangaan (Mn)

 

Mangaan diserap dalam bentuk ion Mn++. Seperti hara mikro lainnya, Mn dianggap

dapat diserap dalam bentuk kompleks khelat dan pemupukan Mn sering

isemprotkan lewat daun. Mn dalam tanaman tidak dapat bergerak atau beralih

tempat dari logam  yang satu ke organ lain yang membutuhkan. Mangaan terdapat

dalam tanah berbentuk senyawa oksida, karbonat dan silikat dengan nama

pyrolusit (MnO2), manganit (MnO(OH)), rhodochrosit (MnCO3) dan rhodoinit

(MnSiO3). Mn umumnya terdapat dalam batuan primer, terutama dalam bahan

ferro magnesium.

Mn dilepaskan dari batuan karena proses pelapukan batuan. Hasil pelapukan

batuan adalah mineral sekunder terutama pyrolusit (MnO2) dan manganit

(MnO(OH)).

Kadar Mn dalam tanah berkisar antara 300 smpai 2000 ppm.

Bentuk Mn dapat berupa kation Mn++ atau mangan oksida, baik bervalensi dua

maupun valensi empat. Penggenangan dan pengeringan yang berarti reduksi dan

oksidasi pada tanah berpengaruh terhadap valensi Mn.

Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis

protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama

dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam

kloroplas, ada indikasi  dibutuhkan dalam sintesis klorofil.

Defisiensi unsure Mn antara lain : pada tanaman berdaun lebar, interveinal chlorosis

pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun

yang lebih tua, pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan

dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda, split seed pada

tanaman lupin.

 

C. Seng (Zn)

 

Zn diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn++ dan dalam tanah alkalis mungkin

diserap dalam bentuk monovalen Zn(OH)+. Di samping itu, Zn diserap dalm bentuk

kompleks khelat, misalnya Zn-EDTA. Seperti unsure mikro lain, Zn dapat diserap

lewat daun.

KadAr Zn dalam tanah berkisar antara 16-300 ppm, sedangkan kadar Zn dalam

tanaman berkisar antara 20-70 ppm. Mineral Zn yang ada dalam tanah antara lain

sulfida (ZnS), spalerit [(ZnFe)S], smithzonte (ZnCO3), zinkit (ZnO), wellemit

(ZnSiO3 dan ZnSiO4).

Fungsi Zn antara lain : pengaktif enim anolase, aldolase, asam oksalat dekarboksilase, lesitimase,sistein desulfihidrase, histidin deaminase, super okside demutase (SOD),

dehidrogenase, karbon anhidrase, proteinase dan peptidase. Juga berperan dalam

biosintesis auxin, pemanjangan sel dan ruas batang.

Ketersediaan Zn menurun dengan naiknya pH, pengapuran yang berlebihan sering

menyebabkan ketersediaaan Zn menurun. Tanah yang mempunyai pH tinggi sering

menunjukkan adanya gejala defisiensi Zn, terytama pada tanah berkapur.

Adapun gejala defisiensi Zn antara lain : tanaman kerdil, ruas-ruas batang

memendek, daun mengecil dan mengumpul (resetting) dan klorosis pada daun-daun

muda dan intermedier serta adanya nekrosis.

 

D. Tembaga (Cu)

 

Tembaga (Cu) diserap dalam bentuk ion Cu++ dan mungkin dapat diserap dalam

bentuk senyaewa kompleks organik, misalnya Cu-EDTA (Cu-ethilen diamine tetra

acetate acid) dan Cu-DTPA (Cu diethilen triamine penta acetate acid).

Dalam getah tanaman bik dalam xylem maupun floem hampir semua Cu membentuk

kompleks senyawa dengan asam amino. Cu dalam akar tanaman dan

dalam xylem > 99% dalam bentuk kompleks.

Dalam tanah, Cu berbentuk senyawa dengan S, O, CO3 dan SiO4 misalnya kalkosit

(Cu2S), kovelit (CuS), kalkopirit (CuFeS2), borinit (Cu5FeS4), luvigit (Cu3AsS4),

tetrahidrit [(Cu,Fe)12SO4S3)], kufirit (Cu2O), sinorit (CuO), malasit

[Cu2(OH)2CO3], adirit [(Cu3(OH)2(CO3)], brosanit [Cu4(OH)6SO4].

Kebanyakan Cu terdapat dalam kloroplas (>50%) dan diikat oleh plastosianin.

Senyawa ini mempunyai berat molekul sekitar 10.000 dan masing-masing molekul

mengandung satu atom Cu. Hara mikro Cu berpengaruh pafda klorofil, karotenoid,

plastokuinon dan plastosianin.

Fungsi dan peranan Cu antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase,

askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Berperan dalam metabolisme

protein dan karbohidrat, berperan terhadap perkembangan tanaman generatif,

berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan penyusunan lignin.

Adapun gejala defisiensi / kekurangan Cu antara lain : pembungaan dan pembuahan

terganggu, warna daun muda kuning dan kerdil, daun-daun lemah, layu dan pucuk

mengering serta batang dan tangkai daun lemah.

 

E. Molibden (Mo)

 

Molibden diserap dalam bentuk ion MoO4-. Variasi antara titik kritik dengan toksis

relatif besar. Bila tanaman terlalu tinggi, selain toksis bagi tanaman juga berbahaya

bagi hewan yang memakannya. Hal ini agak berbeda dengan sifat hara mikro yang lain.

Pada daun kapas, kadar Mo sering sekitar 1500 ppm. Umumnya tanah mineral

cukup mengandung  Mo. Mineral lempung yang terdapat di dalam tanah antara lain

molibderit (MoS), powellit (CaMo)3.8H2O. Molibdenum (Mo) dalam larutan sebagai

kation ataupun anion. Pada tanah gambut atau tanah organik sering terlihat adanya

gejala defisiensi Mo. Walaupun demikian dengan senyawa organik Mo membentuk

senyawa khelat yang melindungi Mo dari pencucian air. Tanah yang disawahkan

menyebabkan kenaikan ketersediaan Mo dalam tanah. Hal ini disebabkan karena

dilepaskannya Mo dari ikatan Fe (III) oksida menjadi Fe (II) oksida hidrat.

Fungsi Mo dalam tanaman adalah mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase

dan xantine oksidase.

Gejala yang timbul karena kekurangan Mo hampir menyerupai

kekurangan N. Kekurangan Mo dapat menghambat pertumbuhan tanaman, daun

menjadi pucat dan mati dan pembentukan bunga terlambat. Gejala defisiensi Mo

dimulai dari daun tengah dan daun bawah. Daun menjadi kering kelayuan, tepi

daun menggulung dan daun umumnya sempit. Bila defisiensi berat, maka lamina

hanya terbentuk sedikit sehingga kelihatan tulang-tulang daun lebih dominan.

 

F. Boron (B)

 

Boron dalam tanah terutama sebagai asam borat (H2BO3) dan kadarnya berkisar

antara 7-80 ppm. Boron dalam tanah umumnya berupa ion borat hidrat B(OH)4-.

Boron yang tersedia untuk tanaman hanya sekitar 5%dari kadar total boron

dalam tanah.

Boron ditransportasikan dari larutan tanah ke akar tanaman melalui proses aliran

masa dan difusi. Selain itu, boron sering terdapat dalam bentuk senyawa organik.

Boron juga banyak terjerap dalam kisi mineral lempung melalui proses substitusi

isomorfik dengan Al3+ dan atau Si4+. Mineral dalam tanah yang mengandung

boron antara lain turmalin (H2MgNaAl3(BO)2Si4O2)O20 yang mengandung

3%-4% boron.

Mineral tersebut terbentuk dari batuan asam dan sedimen yang telah mengalami

metomorfosis.

Mineral lain yang mengandung boron adalah kernit (Na2B4O7.4H2O), kolamit

(Ca2B6O11.5H2O), uleksit (NaCaB5O9.8H2O) dan aksinat. Boron diikat kuat oleh

mineral tanah, terutama seskuioksida (Al2O3 + Fe2O3).

Fungsi boron dalam tanaman antara lain berperanan dalam metabolisme asam

nukleat, karbohidrat, protein, fenol dan auksin. Di samping itu boron juga

berperan dalam pembelahan, pemanjangan dan diferensiasi sel, permeabilitas

membran, dan perkecambahan serbuk sari.

Gejal defisiensi hara mikro ini antara lain : pertumbuhan terhambat pada jaringan

meristematik (pucuk akar), mati pucuk (die back), mobilitas rendah, buah yang

sedang berkembang sngat rentan, mudah terserang penyakit.

 

G.Klor(Cl)

 

Klor merupakan unsure yang diserap dalam bentuk ion Cl- oleh akar tanaman dan

dapat diserap pula berupa gas atau larutan oleh bagian atas tanaman, misalnya

daun. Kadar Cl dalam tanaman sekitar 2000-20.000 ppm berat tanaman kering.

Kadar Cl yang terbaik pada tanaman adalah antara 340-1200 ppm dan dianggap

masih dalam kisaran hara mikro. Klor dalam tanah tidak diikat oleh mineral, sehingga

sangat mobil dan mudah tercuci oleh air draiinase. Sumber Cl sering berasal dari air

hujan, oleh karena itu, hara Cl kebanyakan bukan menimbulkan defisiensi, tetapi

justru menimbulkan masalah keracunan tanaman. Klor berfungsi sebagai pemindah

hara tanaman, meningkatkan osmose sel, mencegah kehilangan air yang tidak

seimbang, memperbaiki penyerapan ion lain,untuk tanaman kelapa dan kelapa

sawit dianggap hara makro yang penting. Juga berperan dalam fotosistem II dari

proses fotosintesis, khususnya dalam evolusi oksigen.

Adapun defisiensi klor adalh antara lain : pola percabangan akar abnormal, gejala

wilting (daun lemah dan layu), warna keemasan (bronzing) pada daun, pada

tanaman kol daun berbentuk mangkuk.

sumber: http://www.facebook.com/groups/asosiasipepayaindonesia/doc/241974169205586/

Perihal INDOAGROW
kami adalah lembaga yang bergerak dalam pengembangan sumberdaya pertanian, menyediakan berbagai macam sarana produksi pertanian, dan konsultasi pertanian alamat : Dukuh Serut Desa Tegalontar Kec Sragi Pekalongan Telepon 081931723043 (WA), 081325666314, 08562813733 email: indoagrow@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: