BUDIDAYA M A N G G I S

  • BUDIDAYA M A N G G I S

    ( Garcinia mangostana L. )

     

    Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan

    tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan belantara Malaysia

    atau Indonesia. Dari Asia Tenggara, tanaman ini menyebar ke daerah

    Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka, Malagasi,

    Karibia, Hawaii dan Australia Utara. Di Indonesia manggis disebut dengan

    berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat), Manggus (Lampung),

    Manggusto (Sulawesi Utara), Manggista (Sumatera Barat).

     

    JENIS TANAMAN

    Klasifikasi botani pohon manggis adalah sebagai berikut:

     

    Divisi          :     Spermatophyta

    Sub divisi   :     Angiospermae

    Kelas          :     Dicotyledonae

    Keluarga    :     Guttiferae

    Genus        :     Garcinia

    Spesies      :     Garcinia mangostana L.

     

    Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok merekomendasikan tiga

    klon manggis, yaitu:

    1)   Kelompok besar: panjang daun>20 cm; lebar>10 cm; ketebalan kulit

    buah>9 mm; diameter buah>6,5 cm; berat buah>140 gram; buah

    tiap tandan 1 butir.

    2)   Kelompok sedang: panjang daun 17-20 cm; lebar 8,5-10 cm;

    ketebalan kulit buah 6-9 mm; diameter buah 5,5-6,5 cm; berat buah

    70-140 gram; buah tiap tandan 1-2 butir.

    3)   Kelompok kecil: panjang daun<17 cm; lebar<8,5 cm; ketebalan kulit

    buah<6 mm; diameter buah<5,5, cm; berat buah<70 gram; buah

    tiap tandan>2 butir.

     

    Klon yang dikembangkan adalah MBS1, MBS2, MBS3, MBS4, MBS5,

    MBS6 dan MBS 7.

     

    MANFAAT TANAMAN

    Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar, sebagai buah kaleng,

    dibuat sirop/sari buah. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan,

    wasir dan luka. Kulit buah dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk untuk tekstil

    dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Batang pohon

    dipakai sebagai bahan bangunan, kayu bakar/ kerajinan.

     

    SENTRA PENANAMAN

    Pusat penanaman pohon manggis adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah,

    Jawa Barat (Jasinga, Ciamis, Wanayasa), Sumatera Barat, Sumatera Utara,

    Riau, Jawa Timur dan Sulawesi Utara.

     

    SYARAT TUMBUH

     

    1.   Iklim

    1)   Dalam budidaya manggis, angin berperan dalam penyerbukan bunga untuk

    tumbuhnya buah. Angin yang baik tidak terlalu kencang.

    2)   Daerah yang cocok untuk budidaya manggis adalah daerah yang memiliki

    curah hujan tahunan 1.500–2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun.

    3)   Temperatur udara yang ideal berada pada kisaran 22-32 derajat C.

     

    2.   Media Tanam

    1)   Tanah yang paling baik untuk budidaya manggis adalah tanah yang subur,

    gembur, mengandung bahan organik.

    2)   Derajat keasaman tanah (pH tanah) ideal untuk budidaya manggis adalah

    5–7.

    3)   Untuk pertumbuhan tanaman manggis memerlukan daerah dengan drainase

    baik dan tidak tergenang serta air tanah berada pada kedalaman 50–200 m.

     

    3.   Ketinggian Tempat

    Pohon manggis dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di ketinggian

    di bawah 1.000 m dpl. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah dengan

    ketinggian di bawah 500-600 m dpl.

     

    PEDOMAN BUDIDAYA

     

    1.   Pembibitan

    Pohon manggis dapat diperbanyak dengan biji/bibit hasil penyambungan

    pucuk dan susuan. Pohon yang ditanam dari biji baru berbunga pada umur

    10-15 tahun sedangkan yang ditanam dari bibit hasil sambungan dapat

    berbunga pada umur 5-7 tahun.

     

    1)   Persyaratan Benih

    a)   Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Biji yang akan dijadikan

    benih diambil dari buah tua   yang berisi 5-6 segmen daging buah dengan

    1-2 segmen yang berbiji, tidak rusak, beratnya minimal satu gram dan

    daya kecambah sedikitnya 75%. Buah diambil dari pohon yang berumur

    sedikitnya 10 tahun.

    b)   Untuk pembuatan bibit dengan cara sambungan diperlukan batang bawah

    dan pucuk (entres) yang sehat. Batang bawah adalah bibit dari biji

    berumur lebih dari dua tahun dengan diameter batang 0.5 cm dan kulitnya

    berwarna hijau kecoklatan.

     

    2)   Penyiapan Benih

    a)   Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Untuk menghilangkan

    daging buah, rendam buah dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari

    sekali air diganti) sehingga lendir dan jamur terbuang. Biji akan mengelupas

    dengan sendirinya dan biji dicuci sampai bersih. Celupkan biji kedalam

    fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit. Kering

    anginkan biji di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya

    12-14%.

     

    b)   Pucuk untuk sambungan berupa pucuk (satu buku) yang masih berdaun

    muda berasal dari pohon induk yang unggul dan sehat. Dua minggu

    sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah dan pucuk

    diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm

    untuk lebih memacu pertumbuhan.

     

    3)   Teknik Penyemaian Benih

    a)   Perbanyakan dengan biji dalam bedengan

    Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar

    bedengan 60-100 cm. Tanah diolah sedalam 30 cm, kemudian campurkan

    pasir, tanah dan bahan organik halus (3:2:1) dengan merata. Persemaian

    diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm

    dan sisi Barat 10-125 cm. Benih ditanam di dalam lubang tanam berukuran

    10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antar baris 5 cm pada

    kedalaman 0,5-1,0 cm. Tutup benih dengan tanah dan selanjutnya

    bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm.

    Persemaian disiram 1-2 kali sehari, diberi pupuk urea dan SP-36 masing-

    masing 2 g/tanaman setiap bulan. Setelah berumur 1 tahun, bibit

    dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20 x 30 cm berisi campuran tanah

    dan kompos/pupuk kandang (1:1). Bibit ini dipelihara sampai berumur 2

    tahun dan siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada

    penyambungan.

     

    b)   Penyemaian dan pembibitan di dalam polybag berukuran 20 x 30 cm.

    Satu/dua benih disemai di dalam polybag 20 x 30 cm yang dasarnya

    dilubangi kecil-kecil pada kedalaman 0.5-1.0 cm. Media tanam berupa

    campuran tanah halus, kompos/pupuk kandang halus dan pasir (1:1:1).

    Simpan polybag di bedengan yang sisinya dilingkari papan/bilah bambu

    agar polybag tidak roboh. Persemaian disiram 1-2 hari sekali dan diberi

    urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. Bibit ini dipelihara

    sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di lapangan atau dijadikan

    batang bawah pada penyambungan.

     

    c)   Perbanyakan dengan penyambungan pucuk

    Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut:

    1.   Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat

    celah di ujung batang sepanjang 3-5 cm.

    2.   Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm.

    3.   Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dalam celah

    batang bawah.

    4.   Balut bidang pertautan batang bawah dan atas dengan tali rafia.

    Pembalutan dimulai dari atas, lalu ikat ujung balutan dengan kuat.

    5.   Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan dan simpan

    di tempat teduh. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka dan bibit dibiarkan

    tumbuh selama 3-4 minggu. Balutan dapat dilepas setelah berumur

    3 bulan yaitu pada saat bibit telah bertunas. Setelah berumur 6 bulan

    bibit siap dipindah tanamkan ke kebun.

    6.   Selama penyambungan siram bibit secara rutin dan siangi gulma.

     

    d)   Perbanyakan dengan penyambungan susuan

    Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut:

    1.   Pilih pohon induk yang produktif sebagai batang atas.

    2.   Siapkan batang bawah di dalam polibag dan letakan di atas tempat

    yang lebih tinggi dari pada pohon induk.

    3.   Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk untuk bahan cabang atas.

    Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah.

    4.   Sayat batang bawah dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang

    sepanjang 5-8 cm.

    5.   Sayat pula cabang entres dengan cara yang sama.

    6.   Satukan bidang sayatan kedua batang dan balut dengan tali rafia.

    7.   Biarkan bibit susuan selama 5 – 6 bulan.

    8.   Pelihara pohon induk dan batang bawah di dalam polibag dengan intensif.

    9.   Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas

    (entres) dan ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali.

    10.    Bibit susuan yang baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan

    penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru.

    Pada saat ini bibit siap dipindahtanamkan.

     

    2.   Pengolahan Media Tanam

    1)   Persiapan

    Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor

    kemudahan transportasi dan sumber air.

    2)   Pembukaan Lahan

    a)   Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-

    alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal

    tanam.

    b)   Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu

    besar.

    3)   Pengaturan Jarak Tanam

    Pada tanah yang kurang subur, jarak tanam dirapatkan sedangkan pada

    tanah subur, jarak tanam lebih renggang. Jarak tanam standar adalah 10 m

    dan diatur dengan cara:

    a)   segi tiga sama kaki.

    b)   diagonal.

    c)   bujur sangkar (segi empat).

    4)   Pemupukan

    Bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yang beririgasi sepanjang

    tahun. Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram ZA, 250 gram SP-36

    dan 200 gram KCl ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah.

     

    3.   Teknik Penanaman

    1)   Pembuatan Lubang Tanam

    Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm dan tempatkan

    tanah galian tanah di satu sisi. Perdalam lubang tanam sampai 50 cm dan

    tempatkan tanah galian di sisi lain. Keringanginkan lubang tanam 15-30

    hari sebelum tanam. Kemudian masukkan tanah bagian dalam (galian ke

    dua) dan masukkan kembali lapisan tanah atas yang telah dicampur 20-30

    kg pupuk kandang.

    Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah

    lubang. Untuk lahan berlereng perlu dibuat teras, tanggul dan saluran

    drainase untuk mencegah erosi.

     

    2)   Cara Penanaman

    Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per

    hektar. Cara menanam bibit yang benar adalah sebagai berikut:

    a)   Siram bibit di dalam polybag dengan air sampai polibag dapat

    dilepaskan dengan mudah.

    b)   Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau/gunting

    tajam.

    c)   Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam, timbun dengan tanah

    sampai batas akar dan padatkan tanah perlahan-lahan.

    d)   Siram sampai tanah cukup lembab.

    e)   Beri naungan yang terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. Jika

    sudah ada pepohonan di sekitarnya, pohon-pohon ini bisa berfungsi

    sebagai pelindung alami. Pohon pelindung harus bersifat alami dan

    mengubah iklim mikro, misalnya tanaman Albisia dan Lamtoro.

     

    4.   Pemeliharaan Tanaman

    1)   Penyiangan

    Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan

    bersamaan dengan pemupukan dan penggemburanyaitu dua kali dalam

    setahun.

    2)   Perempalan/Pemangkasan

    Ranting-ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu

    dipangkas untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Gunakan

    gunting pangkas yang bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan

    lapisi bekas pangkasan dengan ter.

    3)   Pemupukan

    Jenis dan dosis pemupukan anjuran adalah:

    a)   Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCl (3:2:1)

    sebanyak 200-250 gram/pohon.

    b)   Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea,

    650-700 gram SP-36 dan 900-1000 gram KCl (3:1:2) yang diberikan

    dalam dua sampai tiga kali.

    c)   Pohon berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea,

    SP-36 dan KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg.pohon ditambah 40 kg/pohon

    pupuk kandang.

     

    Pupuk ditaburkan di dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang

    dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. Dalam larikan dan lubang

    sekitar 10-20 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm.

     

    4)   Pengairan dan Penyiraman

    Tanaman yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang

    cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali.

    Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun, frekuensi

    penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Penyiraman dilakukan pagi hari

    dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram.

     

    5)   Pemberian Mulsa

    Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang

    yang masih kecil untuk menekan gulma, menjaga kelembaban dan aerasi dan

    mengurangi penguapan air.

     

    HAMA DAN PENYAKIT

     

    Hama

    1)   Ulat bulu

     

    Hama ini melubangi daun.

    Pengendalian:

    (1) menjaga sanitasi lingkungan dan pemeliharaan tanaman yang baik;

    (2) penyemprotan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan

    konsentrasi 0.1-0.2 %.

     

    2)   Ulat daun stictoptera signifera,

     

    Biasanya menggerek daun yang masih muda sehingga tampak gundul.

     

    Pengendalian :      dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida

    Carbaryl, Bayrusil atau Supraccide.

    3)   Kutu api,

     

     

    Menyerang tanaman yang sedang berbunga dan berbuah.

    Gejala     serangan terlihan lubang-lubang kecil pada buah yang

    mengakibatkan keluarnya getah. Kulit buah menjadi berbintik

    bintik

    Pengendalian dengan penyemprotan insektisida Carbaryl, Bayrusil atau

    Supracide pada saat tanaman mengeluarkan bunga sampai

    terbentuk buah muda.

     

     

    4)  Tupai

     

    Tupai menyerang buah yang hampir masak, tiap ekor tupai dapat

    menghabiskan 2-3 butir buah manggis/hari.

     

    Pengendalian :      yang sering dilakukan adalah dengan jalan menembak

    dengan senapan angin atau dikroyok siang hari

    5)   Uret/uuk

     

    Akan memakan pucuk akar tanaman manggis sehingga lambat  laun

    tanaman tersebut layu dan  mati.

    Pengendalian Secara Mekanis :

    1.  Bersihkan gulma yang ada pada sekeliling batang utama.

    2.  Jaga kelembaban tanah disekitar  tanaman manggis.

    3.  Cermati hama uret/uuk sedini mungkin sehingga tanaman manggis

    selamat dari kematian.

     

    Pengendalian Secara kimiawi : 

    Sebelum menanam benih manggis pada lubang tanam sebaiknya taburkan

    Insektisida dengan bahan aktif karbofuran 5-10 gram pada lubang tanam

    diamkan selama 2 minggu dan biarkan sinar matahari langsung mengenai

    lubang tanam, kemudian tutup kembali lubang tanam tersebut sesudah

    tanah hasil galian tersebut dicampur dengan pupuk kandang/kompos.

     

    6)   Hama Tungau (Tetranychus spp)

     

    Hama ini menyerang tangkai daun, bunga dan buah ditandai perubahan

    warna pada bagian yang terserang (warna perunggu) serta permukaan

    atas daun terdapat bercak berwarna kekuningan. Serangan pada permukaan

    bawah daun akan menyebabkan kerusakan jaringan mesofil daun, pada buah

    sehingga transpirasi tanaman meningkat. Serangan pada buah

    mengakibatkan timbulnya bercak-bercak kecil pada permukaan, buah

    menjadi kurang segar sehingga mengurangi kualitas buah. Tungau merusak

    kulit buah dengan cara menghisap cairan sel kulit buah sampai kering dan

    rusak.  Pada serangan berat kulit buah menjadi kusam. Terdapat gejala

    burik relatif  halus pd kulit buah.

     

    Pengendalian Secara Fisik/Mekanis :

    Lakukan pembungkusan buah.

     

    Pengendalian Secara Biologi :

    Mengunakan musuh alami Predator dari famili  phytoseiidae, Cunaxidae

          dan Cheyletidae Coccinellidae, dan Chrysophidae

     

    Pengendalian Secara Kimiawi :

    Apabila cara pengendalian lainnya tidak mampu menekan populasi serangan

    tungau, aplikasi akarisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi

    yang telah direkomendasikan. Petani banyak menggunakan  akarisida

    Antimit 570 EC berbahan aktif progargit dengan konsentrasi 2 cc/liter;

     

    7)   Hama Kutu Putih (Pseudococcus spp.)

     

    Hama ini merusak penampilan buah manggis.  Kutu muda hidup dan

    menghisap cairan kelopak bunga, tunas atau buah muda.  Kutu dewasa

    mengeluarkan semacam tepung putih yang menyelimuti seluruh tubuhnya.

    Pada fase dewasa, kutu putih mengeluarkan sejenis cairan gula dan akan

    didatangi oleh semut hitam. Rasa buah tidak terlalu terpengaruh oleh

    serangan kutu putih ini, tetapi adanya kutu putih , jelaga hitam dan semut

    hitam ini menyebabkan penampilan buah jelek.

     

    Pengendalian Secara Fisik/Mekanis :

    Lakukan pemangkasan pada tajuk tanaman agar tidak terlalu rapat dengan

    tanaman disekitarnya dan pembungkusan buah manggis.

     

    Pengendalian Secara Mekanis :

    Mencegah semut dengan kapur anti semut, aplikasi insektisida selektif dan

    efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasikan. Petani banyak

    menggunakan  insektisida Dursban dengan dosis sesuai anjuran.

     

    8)   Hama Penghisap daun dan buah muda (Helopeltis antonii)

     

    Hama ini menghisap cairan daun, tunas muda, bunga dan pentil buah

    dengan cara memasukkan alat penghisap/stiletnya ke dalam jaringan

    tanaman.  Akibatnya pertumbuhan daun, tunas muda, bunga dan pentil

    buah terhambat, sehingga dapat menurunkan produksi buah.  Pada

    bagian tanaman yang terserang tampak adanya bekas tusukan berupa

    noda kering berwarna coklat kemerahan hingga hitam dan bagian

    tersebut sangat rapuh. Bekas tusukan pada pentil buah yang terserang

    akan mengeluarkan gumpalan getah berwarna kuning. Pada tunas-tunas

    muda kerusakan berupa luka yang panjang berwarna hitam. Pada bunga

    gejala serangan berupa warna hitam pada bunga tersebut.

     

    Pengendalian Secara Mekanis :

    –    Lakukan pemangkasan pada daun dan tunas muda yang terserang,

    kemudian dikumpulkan untuk dimusnahkan atau dibakar.

    –    Mengurangi tanaman naungan atau tanaman lain yang digunakan

    sebagai naungan.

    –    Lakukan pemangkasan agar lingkungan tajuk tidak terlalu rimbun.

    –    lakukan pengamatan pada tanaman manggis (bila ditemukan hama ini

    dalam bentuk nimfa atau imago segera ditangkap dan dibunuh)

     

    Pengendalian Secara Biologi :

    –    Gunakan agen hayati Beauveria bassiana.

    –    Gunakan musuh alami seperti belalang sembah (Mantis sp), laba-laba

    dan kepik dari famili Reduviidae.

    –     Gunakan semut hitam (Dolicchoderus thoracicus). Semut hitam aktif

    bergerak sehingga mengganggu proses peletakan telur oleh Helopeltis

    dan tidak sempat hinggap  untuk menusuk buah manggis.

     

    Pengendalian Secara Kimia

    Pestisida botani

    1.   Gunakan pestisida botani dari bahan tanaman (Tithonia sp) nama

    daerahnya kipait/paitan.

    2.   Ambil daun kipait/paitan seperlunya ditumbuk, dan direndam dalam

    air dengan konsentrasi 25-50 gram/liter air selama 24 jam.

    3.   Saring dengan alat saringan yang sudah disediakan.

    4.   Aduk hingga merata dan masukkan dalam tangki penyemprot.

    5.   Gunakan masker dan sarung tangan.

    6.   Penyemprotan siap dilakukan.

     

    Pestisida sintetik

    1.   Gunakan insektisida yang bahan aktifnya alfametrin dengan dosis 15

    g/liter air.

    2.   Masukkan kedalam ember untuk diaduk hingga rata

    3.   Masukkan kedalam tangki penyemprotan

    4.   Tambahkan air sesuai petunjuk (15 g/liter air)

    5.   Pergunakan masker dan sarung tangan

    6.   Penyemprotan siap dilakukan.

     

    Penyakit

     

    1)   Hawar benang

    Penyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid.

    Gejala:     miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang dan ranting

    membentuk benang putih yang dapat meluas sampai menutupi

    permukaan bawah daun.

    Pengendalian: menjaga kebersihan dan memangkas daun yang terserang.

     

    2)   Hawar rambut

    Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull.

    Gejala:     permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang

    berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda.

    Pengendalian: sama dengan kanker batang.

     

    3)   Busuk akar

    Penyebab: jamur Fomes noxious Corner.

    Gejala: akar busuk dan berwarna coklat.

    Pengendalian: sama dengan kanker batang.

     

    4)   Penyakit Getah Kuning (Fisiologis dan Fusarium sp)

     

    Getah kuning pada kulit bagian luar (pericarp)dan pada kulit bagian dalam

    (endocarp)pada buah manggis awalnya transparan, makin lama menjadi

    kuning dan pada daging buah menjadi bening. Rasa buah menjadi pahit

    dan getir. Buah akan tenggelam didalam rendaman air  jika terserang getah

    kuning diduga kerena pemadatan kulit buah.

     

    Pengendalian Secara Teknis :

    1.   Biarkan rumput sekitar tanaman jika buah sudah sebesar bola

    pingpong, agar serangga yang membawa patogen getah kuning

    tidak hinggap di tanaman manggis melainkan di rumput.

    2.   Pemangkasan tanaman, pengairan yang baik, dan drainase yang baik

    3.   Perbaikan tajuk tanaman

    4.   Pada fase-fase perkembangan dijaga agar tanah selalu dalam keadaan

    lembab, dengan memberikan pengairan secara teatur untuk menjaga

    kelembaban tanah selalu berada pada kondisi kapasitas lapang

     

    Pengendalian Secara Mekanis :

    1.   Pengairan dilakukan dengan memasang drum plastik berkapasitas

    100 liter di kebun. Pada fase-fase pertumbuhan pemberian air disertai

    dengan pemberian pupuk NPKCa yang dicampur dalam drum plastik, diatur

    sedemikian rupa sehingga komsentrasi pupuk yang diberikan tidak lebih

    0,2%

    2.   Drum plastik penampung air, pengairannya dihubungkan dengan selang

    atau pipa PVC yang kedua ujungnya terhubung dengan drum. SISI selang

    atau pipa PVC dilubangi dengan jarum dan diletakan melingkar di bawah

    tajuk tanaman.

    3.   Pemberian pupuk NPKCa yang dibarengi  pengairan secara tetes terus

    menerus dapat mengurangi persentase getah kuning  pada kulit bagian

    dalam (endocarp) buah manggis sampai lebih dari 50% dan meningkatkan

    persentase buah manggis yang bebas getah kuning sampai lebih dari 90%

    Sedangkan pengaruh pengairan dan pemupukan terhadap getah kuning

    pada kulit bagian luar (pericarp) buah manggis tidak konsisten.

     

    5)   Kanker batang/cabang (Botryosphaeria ribis)

     

    Serangan penyakit ini dicirikan dengan terjadinya perubahan warna kulit

    batang atau cabang, kemudian cabang/batang mengeluarkan getah.

    Daun menjadi pucat/lemas dan lambat laut rontok, batang menjadi kering

    hingga menjalar ke jaringan xylem. Tanaman akan cepat berbungan dan

    berbuah tetapi tidak normal dan pucat.

     

    Pengendalian Secara Fisik :

    Lakukan pemangkasan cabang dan ranting yang mati/kering, pengaturan

    pengairan dan perbaikan drainase kebun.

     

    Pengendalian Secara Mekanis :

    1.  Memotong bagian tanaman yang terserang berat.

    2.  Menghindari luka mekanis pada bagian akar dan pangkal batang sewaktu

    pemeliharaan tanaman.

    3. Eradikasi tanaman yang terserang.

     

    Pengendalian Secara Kimiawi :

    Mengupas bagian tanaman yang terserang, kemudian bekas lukanya diolesi

    dengan fungsida anjuran.

     

    6)   Penyakit Mati ujung (Diplodia sp.)

     

    Penyakit ini dicirikan dengan mengeringnya ujung daun, ranting berkerut

    seperti kekurangan air, cabang dan tangkai daun mengering.  Pada tingkat

    serangan berat merontokkan semua daun yang paling ujung dan akhirnya

    seluruh ujung daun  pada ranting akan rontok dan cabang pun akan mati.

     

    Pengendalian Secara Mekanis :

    1.   Potong cabang, daun dan ranting yang terserang lalu dibakar/

    dimusnahkan

    2.   Pangkas cabang dan ranting pada pase vegetatif untuk mengurangi

    kelembaban

     

    Pengendalian Secara Mekanis :

    1.   Potong cabang, daun dan ranting yang terserang lalu dibakar/

    dimusnahkan

    2.   Pangkas cabang dan ranting pada pase vegetatif untuk mengurangi

    kelembaban

     

    Pengendalian Secara  Kimiawi :

    Pengendalian penyakit diplodia dapat dilakukan dengan cara mengoleskan

    fungisida seperti bubur Bordeaux dan Parafin/carbolineum pada bagian

    yang terserang (luka pada batang manggis).

     

    7)   Penyakit Jamur Upas (Upasia salmonicolor)

     

    Gejala awal serangan cabang atau ranting yang terinfeksi berwarna

    mengkilat seperti perak, kemudian berubah warna menjadi menjadi merah

    jambu.

    Intensitas penyakit ini meningkat pada musim hujan. Penyakit ini dominan

    menyerang cabang atau ranting,pada serangan berat dapat mengakibatkan

    jaringan kulit mengering, sehingga sering disebut penyakit mati cabang

    atau ranting (seperti kerak). Kerak tersebut merupakan massa miselium

    cendawan yang kemudian menyerang masuk ke dalam jaringan kulit.

    Pada saat itu cendawan telah masuk ke dalam jaringan kulit dan menyebabkan

    matinya cabang.

     

    Pengendalian Secara Kultur Teknis:

    Sanitasi/menjaga kebersihan tanaman terutama bagian cabang dan ranting

    tanaman serta dari gulma.

     

    Pengendalian Secara Fisik dan Mekanis:

    1.   Memangkas tanaman pelindung atau bagian tanaman yang tidak produktif

    atau sudah mati agar tingkat kelembaban kebun berkurang.

    2.   Memotong cabang yang terserang dan memusnahkannya/ dibakar.

    3.   Pada serangan belum parah, atasi dengan mengerok kulit dan bagian kayu

    yang terinfeksi cendawan serta beri pengapuran.

         

    Pengendalian Secara Kimiawi  :

    Pengendalian jamur upas dapat dilakukan dengan cara mengolesi cabang yang

    terserang dengan Bubur Bordeaux, Carbolineum plantarum atau dengan

    penggunaan fungisida sesuai anjuran.

     

    8)   Bercak daun (Pestalotiopsis sp, Helminthosporium sp, Gloesporium garciniae)

     

    Gejala serangan dari penyakit ini adalah terdapatnya bercak tidak

    beraturan pada daun. Warna bercak tergantung dari jenis patogennya.

    Serangan Helminthosporium sp, dicirikan bercak berwarna coklat pada daun,

          Gloesporium garciniae bercak berwarna hitam pada sisi atas daun,

    sedangkan Pestalotiopsis sp bercak berwarna kelabu pada bagian tengah

    daun.

     

    Pengendalian Secara Kultur Teknis :

    Lakukan sanitasi/menjaga kebersihan lingkungan sekitar tanaman dari gulma.

     

    Pengendalian Secara Mekanis :

    –    Memangkas bagian tanaman yang terkena serangan.

    –    Pengurangan tingkat kelembaban disekitar tajuk tanaman dengan cara

    memotong pohon pelindung dan ranting pohon manggis yang tidak

    produktif.

     

    Pengendalian Secara Kimiawi :

    Petani banyak menggunakan fungisida berbahan aktif bitertanol seperti

    Baycor 300 EC dan Bayfidan 250 EC atau Daconil 75 WP yang berbahan

    aktif triadimenol dengan dosis sesuai anjuran.

     

    9)   Hama Pengorok Daun (Phyllocnistis citrella)

     

    Hama ini menyerang daun muda yang helaiannya baru membuka, helaian

    daun muda yang terserang terdapat korokan kecil sebesar jarum dengan

    arah korokan berliku-liku. Bekas korokan berwarna putih kekuningan.

    Serangan berat menyebabkan daun-daun muda yang baru tidak berkembang,

    sehingga tanaman tumbuh merana, karena daun tidak bisa menjalankan

    proses fotosintesis dengan sempurna.

     

    Pengendalian Secara Kultur Teknis :

    Sanitasi/menjaga kebersihan tanaman terutama bagian daun, tunas baru dan

    lingkungan sekitar dari gulma.

     

    Pengendalian Secara Fisik dan Mekanis :

    Lakukan pemangkasan pada daun yang terserang, kemudian daun di

    kumpulkan untuk dimusnahkan.

     

    Pengendalian Secara Kimia :

    Penyemprotan insektisida dengan bahan aktif betasilfurin, imidakkloprid,

         diazinon, metidation,seperti  Curacron dengan konsentrasi 2 cc /liter dan

    volume semprot 7-10 liter per tanaman (disesuaikan dengan keadaan tajuk

    tanaman) biasa dilakukan oleh petani manggis di Kabupaten Bogor.

     

    PANEN

     

    1.   Ciri dan Umur Panen

    Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap mutu dan daya

    simpan manggis.

    Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar (SBM). Umur

    panen dan ciri fisik manggis siap panen dapat dilihat berikut ini :

    a)   Panen 104 hari: warna kulit hijau bintik ungu; berat 80-130 gram;

    diameter 55-60 mm.

    b)   Panen 106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%; berat 80-130 gram;

    diameter 55-60 mm.

    c)   Panen 108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%; berat 80-130 gram;

    diameter 55-60 mm.

    d)   Panen 110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%; berat 80-130 gram;

    diameter 55-60 mm.

    e)   Panen 114 hari: warna kulit ungu merah; berat 80-130 gram; diameter

    55-65 mm.

     

    Untuk konsumsi lokal, buah dipetik pada umur 114 SBM sedangkan untuk

    ekspor pada umur 104-108 SBM.

     

    2.   Cara Panen

    Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah

    dengan alat bantu pisau tajam. Untuk mencapai buah di tempat yang tinggi

    dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yang dilengkapi pisau dan

    keranjang di ujungnya. Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis

    adalah pohon hutan yang umurnya dapat lebih dari 25 tahun.

     

    3.   Periode Panen

    Pohon manggis di Indonesia dipanen pada bulan November sampai Maret

    tahun berikutnya.

     

    4.   Perkiraan Produksi

    Produksi panen pertama hanya 5-10 buah/pohon, kedua rata-rata 30

    buah/pohon selanjutnya 600-1.000 buah/pohon sesuai dengan umur pohon.

    Pada puncak produksi, tanaman yang dipelihara intensif dapat menghasilkan

    3.000 buah/pohon dengan rata-rata 2.000 buah/pohon. Produksi satu hektar

    (100 tanaman) dapat mencapai 200.000 butir atau sekitar 20 ton buah.

     

    PASCAPANEN

     

    1.   Pengumpulan

    Buah dikumpulkan di dalam wadah dan ditempatkan di lokasi yang

    teduh dan nyaman.

     

    2.   Penyortiran dan Penggolongan

    Tempatkan buah yang baik dengan yang rusak dan yang busuk dalam

    wadah yang berbeda. Lakukan penyortiran berdasarkan ukuran buah

    hasil pengelompokan dari Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok yaitu

    besar, sedang dan kecil.

     

    3.   Penyimpanan

    Pada ruangan dengan temperatur 4-6 derajat C buah dapat tetap segar

    selama 40 hari sedangkan pada 9-12 derajat C tahan sampai 33 hari.

     

    Gambaran Peluang Agribisnis

    Masyarakat dunia mengenal manggis sebagai Queen of fruits karena rasanya

    yang exotic yaitu manis, asam berpadu dengan sedikit sepat. Prospek

    pengembangan agribisnis manggis sangat cerah meningkat perminat buah ini

    di luar negeri banyak dan harganya relatif mahal.

    Taiwan adalah pasar terbesar manggis Indonesia, selama tahun 1994, Taiwan

    mengimpor manggis Indonesia sebanyak 2.235.177 kg atau 83% dari total ekspo

    r buah Indonesia. Negara lain yang mengimpor manggis adalah a.l. Jepang,

    Brunei, Hongkong, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Belanda, Perancis, Swis,

    Amerika Serikat. Peluang pasar luar negeri diperkirakan terus meningkat

    dengan penambahan volume 10,7% per tahun.

    Harga manggis di pasar tradisional relatif murah karena manggis yang dipasarkan

    di dalam negeri adalah sisa ekspor, jadi mutunya sudah tidak baik. Jika produsen

    dapat menghasilkan buah manggis dengan mutu yang merata dan konstan,

    sudah pasti harga tersebut akan jauh meningkat.

    Kendala agribisnis manggis adalah umur panen tanaman yang bisa mencapai

    6 tahun, sehingga pengembalian modal tidak dapat berlangsung cepat. Karena

    itu diperlukan para pemodal kuat yang tetap dapat bertahan sampai modal

    agribisnis manggisnya kembali setelah menunggu 11 tahun sejak tanam.

     

    STANDAR PRODUKSI

     

    1.   Ruang Lingkup

    Standar ini meliputi diskripsi,klasifikasi dan standar mutu, cara pengambilan

    contoh, cara uji, syarat penandaan, cara pengemasan.

     

    2.   Diskripsi

    Standar mutu buah manggis tercantum dalam Standar Nasional Indonesia

    SNI 01– 3211-1992.

     

    3.   Klasifikasi dan Standar Mutu

    Terdiri dari 3 jenis mutu, yaitu mutu super, mutu I, mutu II.

    a)   Keseragaman: mutu super=seragam; mutu I=seragam; mutu

    II=seragam.

    b)   Diameter: mutu super>65 mm; mutu I=55–56 mm; mutu II<55 mm.

    c)   Tingkat keseragaman: mutu super=segar; mutu I=segar; mutu=II

    segar.

    d)   Warna kulit: mutu super hijau; mutu I=kemerahan s/d merah; mutu

    II=muda mengkilat

    e)   Buah cacat atau busuk (jumlah/jumlah): mutu super=0%; mutu I=0%;

    mutu II=0%

    f)   Tangkai dan atau kelopak: mutu super utuh, mutu I utuh, mutu II utuh

    g)   kadar kotoran (b/b): mutu super=0%; mutu I=0%; mutu II=0%

    h)   Serangga hidup dan atau mati :mutu super=tidak ada; mutu I=tidak

    ada; mutu=II tidak ada.

    i)    Warna daging buah: mutu super=putih bersih; mutu I=khas manggis

    putih; mutu II=bersih khas manggis

     

    Untuk pengklasifikasian dilakukan pengujian diantaranya adalah:

    a)   Penentuan ukur diameter

    Ukur setiap panjang garis tengah yang tegak lurus pada tinggi buah manggis

    segar dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur diameter

    yang sesuai. Pisahkan sesuai dengan ketentuan penggolongan yang

    dinyatakan dalam standar yaitu>65 mm; 55–65 mm; <55 mm.

    b)   Penentuan buah cacat dan atau busuk pada buah manggis segar.

    Hitung jumlah seluruh contoh uji buah segar, amati satu persatu dari buah yang

    bersangkutan dari secara visual dan organoleptik serta pisahkan buah yang

    cacat/busuk sesuai dengan jenis cacat dan batasan busuk sebagai berikut:

    1.   Buah cacat cuaca dan mekanis yang rusak memar, luka pada kulit dan

    daging buah akibat tekanan, benturan dan getaran.

    2.   Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya

    sudah berlanjut.

    3.   Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya

    sudah berlanjut

    4.   Buah cacat karena hama dan penyakit yaitu buah yang sudah

    tercemar oleh serangga dan pathogen perusak.

    5.   Buah dinyatakan busuk apabila daging/kulit buah telah terlihat

    pembusukan yang dapat diidentifikasikan secara visual.

    c)   Penentuan kadar kotoran

    Timbang seluruh contoh uji buah manggis segar, amati secara visual adanya

    kotoran yaitu semua bahan bukan buah manggis segar seperti tanah,

    bahan tanaman yang nampak menempel pada buah manggis segar/berada

    pada kemasan yang tampak secara visual. Pisahkan kotoran yang terdapat

    pada buah manggis segar dan kemasan, seperti tanah, potongan daun/benda

    lain yang termasuk kotoran yang menempel pada buah manggis segar dan

    timbanglah.

     

    d)   Penentuan kesegaran

    Hitung jumlah seluruh contoh uji buah manggis segar, amati satu persatu

    buah segar secara visual dan pisahkan buah yang dinyatakan tidak segar

    yaitu dengan memperhatikan kondisi kulit buah. Hitung jumlah satuan buah

    yang dinilai kurang segar dan hitung pula presentase jumlah satuan buah

    yang dinilai kurang segar terhadap jumlah seluruh contoh uji.

     

    e)   Penentuan adanya serangga hidup atau mati

    Amati secara visual adanya serangga hidup dan mati pada buah dan kemasan.

     

    4.   Pengambilan Contoh

    Suatu partai/lot buah manggis segar terdiri dari maksimum 1.000 kemasan.

    Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti pada data dibawah ini :

    a)   Jumlah kemasan dalam partai/lot 1–5: contoh yang diambil 5.

    b)   Jumlah kemasan dalam partai/lot 6–100: contoh yang diambil 7.

    c)   Jumlah kemasan dalam partai/lot 101–300: contoh yang diambil 9.

    d)   Jumlah kemasan dalam partai/lot 301–500: contoh yang diambil 10.

    e)   Jumlah kemasan dalam partai/lot 501–1000 : contoh yang diambil semua.

     

    Dari setiap kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 kg

    kemudian dicampur. Untuk kemasan dengan berat kurang dari 3 bungkus harus

    diambil contoh sekurang-kurangnya dari dua kemasan. Dari jumlah buah yang

    terkumpul kemudian secara acak contoh sekurang-kurangnya 3 kg untuk diuji.

    Petugas pengambil contoh harus yang memenuhi persyarat, yaitu orang yang

    telah berpengalaman/telah dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan

    suatu badan hukum.

     

    5.   Pengemasan

    Buah manggis segar dikemas dengan kotak karton baru/keranjang plastik

    yang kokoh, baik, bersih dan kering, berventilasi, dengan berat bersih setiap

    kemasan sebesar 2 kg untuk kemasan karton dan 10 kg untuk kemasan

    keranjang plastik. Dan juga digunakan kemasan yang berat berdasarkan

    kesepakatan antara penjual dan pembeli.

  • sumber: http://www.facebook.com/groups/asosiasipepayaindonesia/doc/245203382215998/

Perihal INDOAGROW
kami adalah lembaga yang bergerak dalam pengembangan sumberdaya pertanian, menyediakan berbagai macam sarana produksi pertanian, dan konsultasi pertanian alamat : Dukuh Serut Desa Tegalontar Kec Sragi Pekalongan Telepon 081931723043 (WA), 081325666314, 08562813733 email: indoagrow@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: