Investasi jabon

pohon jabon dewasa, sangat lurus

Pohon jabon dewasa siap tebang, sangat lurus

Apa tujuan hidup kita  di dunia? Menjadi kaya..! Rata-rata orang akan menjawab sepintas seperti itu. lalu setelah kaya? Bahagia. Apakah selalu seperti itu? Kaya bukan jaminan kebahagiaan. Namun kaya dan hidup penuh dengan keberkahanlah yang membuat kehidupan kita mempunyai nilai lebih. Kekayaan yang tidak diperoleh melalui jalan yang benar akan melahirkan penderitaan-penderitaan, cepat atau lambat.

Ada banyak jenis investasi yang menjanjikan kekayaan sekaligus keberkahan. Salah satunya investasi tanaman industri. Menanam pohon yang menjadi bahan baku industri; sangat menguntungkan secara ekonomis sekaligus ekologis. Berkah bagi kita manusia, berkah bagi alam. Menghasilkan keuntungan sangat besar yang tangible (matematis) dan intangible (Tidak bisa dihitung matematis0

Pohon Jabon, Anthocephalus cadamba,  sangat baik untuk dijadikan investasi jangka menengah. Karena, selain aman dalam jangka 5-7 tahun berpeluang besar menghasilkan keuntungan yang berlipat-lipat.

Keuntungan-keuntungan berinvestasi jabon

ada beberapa keuntungan yang tidak selalu berupa ekonomi, mungkin inilah salah satu kriteria berkah, mempunya nilai lebih dan selalu bertambah terus dari waktu ke waktu. beberapa keuntungan tersebut:

  1. Keuntungan Ekonomi
    1. a.      Pasar jelas

Pasar kayu jabon terbuka lebar. Hampir semua industri kayu lapis yang ada di Indonesia menyerap kayu jabon sebagai bahan bakunya. Hal ini disebabkan kayu Jabon sangat cocok sebagai bahan baku pulp, karena kandungan selulosanya tinggi (52,4%). Di pabrik, kayu lunak semacam jabon diolah menjadi plywood (kayu lapis), laminated board, blockboard (papan board), fiber board (papan serat), dan particle board (papan partikel). Berikut ini adalah gambaran pasar untuk satu produk olahan dari kayu Jabon.

b.     Kebutuhan besar

Kebutuhan kayu di Indonesia setiap tahun meningkat. Hampir setengahnya masuk ke industri pembuatan kayu lapis alias plywood. Industri kayu pun mencari kayu yang cepat tumbuh seperti jabon dan sengon. Pada umur 5-6 tahun keduanya mampu mencapai diameter 30 cm lebih.

Karena jenis kayunya yang berwarna putih agak kekuningan dan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan oleh industri kayu lapis (plywood), industri meubel, pulp, produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, alas sepatu, papan, tripleks, dan lain-lain. Hal inilah yang menyebabkan pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan, bahkan industri kayu lapis siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas

c.     Harga kompetitif

Bagaimana dengan harga? Harga kayu jabon di pasar sekarang sudah mencapai Rp.900.000-1.200.000 per m3. Secara sederhana bila di dalam 1 hektar kebun kita terdapat 300 saja tanaman jabon usia 5-6 tahun, dan untuk satu tanaman menghasilkan minimal 1 m3 kayu jabon, maka setidaknya lahan tersebut dapat menghasilkan 300 juta rupiah. Padahal lahan 1 hektar bisa ditanami hingga 1.111 dengan jarak optimum 3X3 m, dan perpohon bisa menghasilkan lebih dari 1 m3.

Harga kayu jabon per kubik pada tahun 2009 :

1. Diameter 30-39 cm, Rp 1.000.000,-

2. Diameter 40-49 cm, Rp 1.100.000,-

3. Diameter > 50 cm, Rp 1.200.000,-.

Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan dan permintaan yang semakin bertambah tiap tahunnya, sedangkan persediaan kayu jabon alam semakin lama semakin terbatas.

d.  Aman

Strategi investasi bisnis seperti ini akan memungkinkan melipatkagandakan modal secara aman. Dibandingkan jenis investasi lain, investasi di perkebunan tanaman industri  ini akan mampu menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit dengan resiko minimal. Karena harga kayu cenderung naik 10% tiap tahun. Seperti tanah, kayu pasti  laku dengan harga yang selalu lebih tingg

e. Tabungan (dibandingkan dengan emas dan bank)

Katakanlah Bank memberikan bunga deposito 11-13 persen jika seseorang mempunyai uang senilai Rp. 100 juta maka dalam 6 tahun uangnya akan bertambah menjadi sekitar  Rp 200 jutaan. Sedangkan jabon  mampu memberikan keuntungan MINIMAL Rp 300 juta, padahal riilnya bisa memberikan keuntungan  hampir mencapai 1 Milyar tiap hektarny

2.   Keuntungan Budidaya

a.      Mudah dan murah

Budidaya jabon tidak memerlukan perawatan khusus. Fase perawatan intensif relatif hanya di 2 tahun pertama. Jabon dewasa akan mengalami absisi/self pruning (merontokkan cabangnya sendiri) secara alami sehingga memudahkan dalam perawatannya. Karena itu, biaya perawatan menjadi relatif lebih murah dibandingkan dengan tanaman industri sejenis, misalnya sengon yang membutuhkan perampasan cabang secara intensif.

b.      Sangat Bongsor

Umur tanaman jabon siap dipanen 4 tahun sampai 5 tahun. Pada usia itu pohon jabon bisa mencapai diameter 30-35 cm dengan budidaya secara intensif.  sebuah ukuran yang fantastis untuk tanaman kayu budidaya. Tiap tahun, rata-rata pertambahan diameternya antara 7-10 cm

c. Tahan penyakit

Sejauh ini belum ditemukan penyakit yang secara khusus menyerang jabon dan menimbulkan kerusakkan secara fatal.  Meskipun hama ulat sangat menyukai daunnya, tapi dengan teknik tertentu serangan ulat ini bisa diantisipasi

d. Kayunya Sangat lurus

Kayu jabon memiliki sifat yang khas. Sifat yang paling menonjol adalah kelurusan batangnya. Tingkat kelurusan yang tinggi membuat kayu jabon dipilih sebagai salah satu kayu primadona untuk bahan baku industri kayu lapis.

e. Bisa tumbuh tunas kembali

Kayu jabon bisa tumbuh kembali setelah dilakukan pemanenan. Dan tunas dari batang yang telah ditebang ini akan sangat cepat tumbuh, dikarenakan perakaran yang sudah kuat. Karena itu, investasi sekali bisa untuk beberapa kali pemanenan. Tentunya hal ini membutuhkan perlakuan khusus agar tunas tersebut bisa benar-benar tumbuh, meski kenyataanya di alam bisa secara alami tumbuh, tapi pendekatan secara budidaya selalu membutuhkan perlakuan yang berbeda.

3. Keuntungan Ekologi

Selain keuntungan ekonomi menanam jabon juga memberikan keuntungan ekologis yang mungkin tidak bisa diukur  nilainya dengan uang. Beberapa keuntungan ekologis tersebut adalah :

  1. a.      Vegetasi tahan banting/Pioner

Tanaman jenis ini sangat adaptif di lahan manapun, termasuk lahan-lahan yang sebelumnya kurang produktif. Jadi, investasi ini berati pula revitalisasi lahan marjinal. Lahan kosong yang kurang subur dan kurang produktif bisa digunakan menjadi lahan jabon dan kembali menjadi subur.

  1. b.      Penyedia air

Seperti kita ketahui tanaman keras dapat berfungsi menyimpan air di dalam tanah dengan baik. Demikian pula dengan tanaman jabon. Penanaman dan pemeliharaan tanaman jabon akan membantu menjamin ketersediaan air di lokasi tersebut.

  1. c.       Adaptif di banyak lokasi

Kayu Jabon (Anthocephalus cadamba) merupakan tanaman asli Indonesia yang termasuk jenis tanaman keras yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ekologi tumbuh pada Ketinggian 10-2000m dpl, Curah hujan, 1250-3000m/th, Perkiraan suhu :10 C – 40 C dan Kondisi tanah

(PH) :4,5 – 7,5. Gambaran syarat hidup seperti telah disebutkan di atas sangat mudah ditemui di hampir seluruh wilayah Indonesia. Artinya, potensi lahan untuk budidaya jabon terbuka luas. Jabon juga bisa tumbuh di lahan-lahan yang miring.

  1. a.      Global warming

Penanaman jabon juga bisa berfungsi untuk mengurangi emisi CO2 di atmosfer. Seperti yang kita tahu berlebihnya kadar CO2 di atmosfer menyebabkan terjadinya apa yang disebut sebagai global warming atau pemanasan global.

Bahkan melalui mekanisme reducing emissions from deforestation and degradation (REDD), hutan-hutan di tanah air perlu dipelihara untuk menjaga agar karbon di atmosfer tak lepas kendali. Sampai kini mekanisme model penghitungan karbon dan pemberian insentif masih terus dibahas oleh negara maju dan negara berkembang. Artinya beberapa tahun mendatang kita akan sangat sulit mendapatkan kayu rimba sebagai bahan baku industri. Ini sebuah sinyal baik yang harus ditangkap dengan baik oleh para pelaku usaha kayu keras.

b.      Penyediaan habitat  hewan liar

Penanaman jabon juga artinya menyediakan habitat bagi hewan liar. Lahan-lahan kosong yang tidak produktif bisa diubah menjadi sebuah kawasan hutan lebat yang nantinya seiring pertumbuhan jabon juga akan tumbuh populasi hewan liar, seperti burung yang akan berkembang karena banyak makanan.

4. Keuntungan Sosial

a.      Keterlibatan masyarakat.

Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kebun jabon dapat diwujudkan dengan melibatkan mereka dalam berbagai tahap proses budidaya Jabon terutama sebagai tenaga kerja, atau sebagai petani penggarap lahan di sela-sela tanaman.

b. Edukasi lingkungan ke masyarakat

Dalam perjalanannya, kebun-kebun tersebut tidak hanya akan dikelola hanya untuk diambil kayunya, namun sangat diharapkan bisa menjadi kebun percontohan investasi agribisnis. Juga, jika memungkinkan menjadi lokasi beberapa pelatihan yang akan diselenggarakan oleh tabloid Trans Agro.

c.       Menyerap tenaga kerja

Proses budidaya jabon secara langsung menyerap tenaga kerja. Sebagai gambaran dalam satu hektar tanaman jabon yang dipelihara secara intensif setidaknya menyerap sekitar 380 HOK dalam tahun pertama. Bayangkan jika dikembangkan dalam sekala yang lebih luas, tentunya akan menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.

d.      Ibadah

Dengan karakter-karakter seperti tersebut di atas, investasi Jabon berarti  ibadah, investasi yang membawa berkah bagi siapa saja dan apa saja.

Perihal INDOAGROW
kami adalah lembaga yang bergerak dalam pengembangan sumberdaya pertanian, menyediakan berbagai macam sarana produksi pertanian, dan konsultasi pertanian alamat : Dukuh Serut Desa Tegalontar Kec Sragi Pekalongan Telepon 081931723043 (WA), 081325666314, 08562813733 email: indoagrow@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: