BUDIDAYA TOMAT

 BUDIDAYA TOMAT

(Lycopersicon esculentum Mill.)

 

Kata tomat berasal dari bahasa Aztek, salah satu suku Indian yaitu xitomate

atau xitotomate.

Tanaman tomat berasal dari negara Peru dan Ekuador, kemudian menyebar

ke seluruh Amerika, terutama ke wilayah yang beriklim tropik, sebagai gulma.

Penyebaran tanaman tomat ini dilakukan oleh burung yang makan buah tomat

dan kotorannya tersebar kemana-mana.

Penyebaran tomat ke Eropa dan Asia dilakukan oleh orang Spanyol.

Tomat ditanam di Indonesia sesudah kedatangan orang Belanda. Dengan demikian,

tanaman tomat sudah tersebar ke seluruh dunia, baik di daerah tropik maupun

subtropik.

 

Jenis Tanaman

Tanaman tomat termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan.

Klasifikasi tanaman tomat adalah sebagai berikut:

 

Divisi          :   Spermatophyta

Anak divisi :   Angiospermae

Kelas         :   Dicotyledonae

Ordo          :   Solanales

Famili         :   Solanaceae

Genus        :   Lycopersicorn

Spesies      :   Lycopersicon esculentum Mill.

 

Dari sekian banyak varietas tomat yang ada, yang banyak ditanam petani

adalah tomat varietas ratna, berlian, precious 206, kingkong dan intan.

Sedangkan dari hasil survei yang telah dilakukan di lapangan varietas yang

digunakan adalah varietas Artaloka.

 

Manfaat Tanaman

 

Tomat sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan

mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan.

Buah tomat juga mengandung karbohidrat, protein, lemak dan kalori.

Buah tomat juga adalah komoditas yang multiguna berfungsi sebagai sayuran,

bumbu masak, buah meja, penambah nafsu makan, minuman, bahan pewarna

makanan, sampai kepada bahan kosmetik dan obat-obatan.

 

Syarat Pertumbuhan

 

Iklim

1.  Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah

750 mm-1.250 mm/tahun. Keadaan ini berhubungan erat dengan

ketersediaan air tanah bagi tanaman, terutama di daerah yang tidak

terdapat irigasi teknis.

Curah hujan yang tinggi (banyak hujan) juga dapat menghambat persarian.

2.  Kekurangan sinar matahari menyebabkan tanaman tomat mudah terserang

penyakit, baik parasit maupun non parasit. Sinar matahari berintensitas

tinggi akan menghasilkan vitamin C dan karoten (provitamin A) yang lebih

tinggi.

Penyerapan unsur hara yang maksimal oleh tanaman tomat akan dicapai

apabila pencahayaan selama 12-14 jam/hari, sedangkan intensitas cahaya

yang dikehendaki adalah 0,25 mj/m2 per jam.

3.  Suhu udara rata-rata harian yang optimal untuk pertumbuhan tanaman

tomat adalah suhu siang hari 18-29 derajat C dan pada malam hari 10-20

derajat C.

Untuk negara yang mempunyai empat musim digunakan heater (pemanas)

untuk mengatur udara ketika musim dingin (Gambar samping), udara panas

dari heater disalurkan ke dalam green house melalui saluran fleksibel warna

putih.

4.   Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan

untuk tanaman tomat yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih

baik melalui stomata yang membuka lebih banyak. Tetapi, kelembaban relatif

yang tinggi juga merangsang mikro organisme pengganggu tanaman.

 

Media Tanam

1.  Tanaman tomat dapat ditanam di segala jenis tanah, mulai tanah pasir sampai

tanah lempung berpasir yang subur, gembur, banyak mengandung bahan

organik serta unsur hara dan mudah merembeskan air. Selain itu akar

tanaman tomat rentan terhadap kekurangan oksigen, oleh karena itu air tidak

boleh tergenang.

2.  Tanah dengan derajat keasaman (pH) berkisar 5,5-7,0 sangat cocok untuk

budidaya tomat.

3.   Dalam pembudidayaan tanaman tomat, sebaiknya dipilih lokasi yang topografi

tanahnya datar, sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul.

 

Ketinggian Tempat

Tanaman tomat dapat tumbuh di berbagai ketinggian tempat, baik di dataran

tinggi maupun di dataran rendah, tergantung varietasnya. Tanaman tomat yang

sesuai untuk ditanam di dataran tinggi misalnya varietas berlian, varietas mutiara,

varietas kada. Sedangkan varietas yang sesuai ditanam di dataran rendah misalnya

varietas intan, varietas ratna, varietas berlian, varietas LV, varietas CLN. Selain itu,

ada varietas tanaman tomat yang cocok ditanam di dataran rendah maupun di

dataran tinggi antara lain varietas tomat GH 2, varietas tomat GH 4, varietas berlian,

varietas mutiara.

 

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Pembibitan

 

Persyaratan Benih

Kriteria-kriteria teknis untuk seleksi biji/benih tanaman tomat adalah:

a)    Pilih biji yang utuh, tidak cacat atau luka, karena biji yang cacat biasanya

sulit tumbuh.

b)    Pilih biji yang sehat, artinya biji tidak menunjukkan adanya serangan hama

atau penyakit.

c)    Benih atau biji bersih dari kotoran.

d)    Pilih benih atau biji yang tidak keriput.

 

Penyiapan Benih

Pengadaan benih tomat dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan cara

membeli benih yang telah siap tanam atau dengan membuat benih sendiri.

Apabila pengadaan benih dilakukan dengan membeli, hendaknya membeli pada

toko pertanian yang terpercaya menyediakan benih-benih yang bermutu baik

dan telah bersertifikat.

Benih tomat

 

Teknik Penyemaian Benih

Benih atau biji-biji tomat yang telah terpilih sebelum disemaikan didesinfektan.

Caranya, dengan merendam benih kedalan larutan fungisida agar mikroorganisme

yang dapat menimbulkan penyakit mati. Ada beberapa cara menyemai pada bedeng

persemaian.

-    Cara pertama, benih tomat ditaburkan merata pada permukaan bedeng,

kemudian ditutup tanah tipis-tipis. Bedeng dibuat guritan sedalam 1 cm

dengan jarak antar guritan 5 cm, lalu biji ditaburkan kedalan guritan secara

merata dan tidak saling tumpuk, kemudian ditutup kembali dengan tanah

tipis-tipis.

-    Cara kedua, dengan menanamkan benih pada lubang-lubang tanam yang dibuat

dengan jarak 5 cm dan kedalaman lubang tanam sekitar 1 cm. Dalam satu lubang

tanam dapat diisikan 1 atau 2 benih, kemudian ditutup tanah tipis-tipis.

-    Cara ketiga, penyemaian dapat langsung dilakukan pada kantong-kantong

polybag yang telah diisi media tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan

perbandingan 1:1. Setiap kantong polybag diisi satu benih saja dan tanamkan

benih dengan kedalaman sekitar 1 cm. Setelah biji ditanam, media semai

sebaiknya dibasahi dengan air.

 

Penyemaian Polybag

 

Penyemaian bedengan

 

Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian

Selama awal pertumbuhan, pemeliharaan bibit tanaman di persemaian harus

dilakukan secara intensif dengan pengawasan kontinyu.

Pemeliharaan bibit meliputi kegiatan-kegiatan:

1.   Penyiraman

Penyiraman dilakukan sejak benih ditaburkan ke bedeng pesemaian sampai

tanaman siap dipindah ke kebun. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari, yaitu

pagi dan sore hari. Penyiraman sebaiknya dilakukan dengan menggunakan

alat/gembor yang memiliki lubang halus, agar tidak merusak bibit tanaman

yang sudah atau baru tumbuh.

2.   Penyiangan

Penyiangan dapat dilakukan dengan cara langsung mencabuti tanaman

pengganggu tanpa peralatan. Penyiangan sebaiknya dilakukan seperlunya

saja dengan melihat keadaan tanaman.

3.   Pemupukan

Pada media persemaian selain diberikan pupuk kandang, sebaiknya juga

diberikan pupuk kimia NPK secukupnya sebagai pupuk tambahan yang

diberikan setelah benih tumbuh menjadi bibit.

4.   Pencegahan dan pemberantasan hama penyakit

Hama yang umumnya menyerang benih atau bibit di pesemaian berasal

dari golongan serangga, seperti semut dan golongan nematoda, seperti

cacing tanah. Penyakit yang sering menyerang dari golongan cendawan.

Untuk mencegah berkembangnya hama dan penyakit dapat dilakukan

sterilisasi tanah. Untuk memberantas hama dan penyakit yang menyerang

dapat disemprotkan obat-obatan. Insektisida untuk memberantas hama dari

golongan serangga dan fungisida untuk memberantas penyakit yang

disebabkan oleh golongan jamur. Nama-nama formulasi yang dapat

digunakan antara lain Furadan 3 g, Dithane Hostathion dan Antracol.

 

Pemindahan Bibit

Bibit tomat dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 30-45 hari di persemaian.

Pada saat dilakukan penanaman ke kebun, sebaiknya dilakukan lagi terhadap

bibit-bibit yang telah berumur 30-45 hari agar diperoleh tanaman yang baik

pertumbuhannya dan memiliki daya produktivitas tinggi dalam menghasilkan buah.

Untuk itu, bibit yang dipilih sebaiknya yang berpenampilan menarik dan baik.,

yaitu penampakannya segar dan daun-daunnya tidak rusak. Pilihlah bibit yang kuat,

yaitu tegak pertumbuhannya dan pilihlah bibit yang sehat, artinya bibit tidak

terserang hama dan penyakit.

Waktu yang baik untuk menanam bibit tomat di kebun adalah pagi atau sore hari.

Pada saat itu keadaan cuaca belum panas sehingga mencegah kelayuan pada

tanaman.

Ketika memindah bibit di kebun, hendaknya memperhatikan cara-cara yang baik

dan benar. Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman,

sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam

pertumbuhan bahkan mati.

Ada beberapa cara pemindahan bibit dari persemaian yaitu :

1.  Sistem cabut,

yakni bibit yang telah tumbuh di persemaian dan cukup umur dicabut dengan

hati-hati. Namun, sebelum dilakukan pencabutan bedeng persemaian harus

dibasahi dengan air untuk memudahkan pencabutan dan tidak merusak akar.

2.   Sistem putaran,

yaitu bibit diambil beserta tanahnya. Namun, sebelum bibit diambil tanah

dibasahi dengan air telebih dahulu.

Kedua cara tersebut terutama ditujukan untuk pembibitan yang secara langsung

dilakukan pada bedeng tanah persemaian sedangkan untuk bibit yang disemaikan

dalam bumbung atau polybag cara pemindahannya adalah basahi bumbung terlebih

dahulu, kemudian keluarkan bibit dari bumbung beserta tanahnya dengan

menyobek kantong polybag.

 

 

Pengolahan Media Tanam

Pengolahan tanah untuk penanaman bibit di kebun produksi harus memperhitungkan

waktu, antara lain lamanya bibit di persemaian hingga dapat dipindah ditanam ke

kebun dengan lamanya proses pengolahan tanah sampai siap tanam.

Lamanya waktu pembibitan sekitar 30-45 hari, sedangkan lamanya pengolahan

tanah yang intensif sampai siap tanam adalah 21 hari. Oleh karena itu, agar tepat

waktu penanamannya di kebun, jadwal pengolahan tanahnya sebaiknya dilakukan

1-2 minggu setelah benih disemaikan.

 

Pembukaan Lahan.

Pengolahan tanah yang intensif pada dasarnya melalui 3 tahap.

1.   Tahap pertama adalah membalik agregat tanah sehingga tanah yang berada

pada lapisan dalam dapat terangkat ke permukaan. Pengolah tanah tahap ini

sebaiknya dilakukan dengan bajak yang ditarik oleh tenaga hewan atau dengan

menggunakan traktor. Tanah diolah dengan kedalaman 25 cm-30 cm. Setelah

dibajak, tanah dibiarkan selama 1 minggu agar bongkahan-bongkahan tanah

hasil pembajakan cukup terkena angin, terkena cahaya matahari, dan supaya

terjadi proses oksidasi (pemasaman) zat-zat beracun dari dalam tanah seperti

asam sulfida yang sangat membahayakan kehidupan tanaman.

2.    Tahap kedua, tanah digemburkan dengan cara dicangkul tipis-tipis sehingga

diperoleh struktur tanah yang gembur atau remah, sekaligus untuk

meratakannya, selanjutnya, tanah hasil pengolahan tahap ini dibiarkan

selama 1 minggu.

3.     Tahap ketiga, dilakukan pemupukan dasar dengan pupuk kandang yang masak

sebanyak 15-20 ton/ha. Pemberian pupuk kandang yang belum masak dapat

mempengaruhi pertumbuhan tanaman, bahkan dapat mematikan tanaman

karena akar tanaman tidak kuat menahan panas. Pada tahap ini, tanah yang

telah ditaburi pupuk kandang dicangkul kembali tipis-tipis dan diratakan.

 

Pembentukan Bedengan

Setelah pengolahan tanah selesai dilakukan, selanjutnya dibuat bedeng-bedeng

membujur ke arah Timur Barat agar penyebaran cahaya matahari dapat merata

ke seluruh tanaman. Disamping pembuatan bedeng, juga dibuat parit-parit atau

selokan untuk irigasi. Bedengan dapat dibuat lebar dengan ukuran lebar 1-1,2 m,

panjang disesuaikan dengan keadaan lahannya dan tinggi bedeng 30 cm.

Jika penanaman tomat dilakukan pada musim penghujan, bedengan dapat dibuat

lebih tinggi yaitu 40-45 cm. Sedangkan ukuran parit dibuat lebar 20-30 cm dan

kedalamannya 30 cm. Dengan demikian jarak antar bedeng adalah 20-30 cm.

Kemudian pada sekeliling petak-petak bedengan dibuat saluran pembuangan air

dengan ukuran lebar 50 cm, dan kedalamannya 50 cm.

 

 

Pengapuran

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lahan atau penyiapan lahan

adalah pengapuran pada tanah-tanah yang terlalu asam dan tidak sesuai dengan

persyaratan tumbuh tanaman. Pengapuran ini diberikan bersamaan dengan saat

pengolahan tanah, sebab pada umumnya akar tanaman tidak kuat terhadap

pengapuran secara langsung, tanaman dapat menderita gangguan pertumbuhan

bahkan dapat mati.

Kapur yang dapat digunakan adalah kapur tohor, kapur karbonat, atau kapur tembok.

Pengapuran, selain menaikkan nilai pH tanah juga dapat memperbaiki struktur tanah,

mendorong aktivitas mikroorganisme tanah dalam membantu proses penguraian

bahan organik tanah dan menurunkan zat yang bersifat racun tanpa menghilangkan

zat-zat penting yang lain. Dosis pengapuran harus memperhatikan nilai pH tanah

setempat.

 

Pemupukan

Sebelum tanaman tomat ditanam, lahan harus diberi pupuk dasar.

Pemupukan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:

1.  Kompos atau pupuk kandang yang telah jadi tanah dan TSP ditabur secara

merata ke seluruh bedengan. Selanjutnya, tanah dicangkul sampai homogen

agar kompos atau pupuk kandang dan TSP tercampur merata dengan tanah.

2.  Pada jarak yang telah ditentukan dibuat lubang sedalam + 15 cm dan bergaris

tengah + 20 cm. Lubang-lubang tersebut kemudian diberi pupuk kandang atau

kompos sebanyak 0,5 kg (satu genggam besar) dan diberi TSP sebanyak +

5 gram.

Lubang ditimbun tanah, kemudian diaduk-aduk sehingga kompos atau pupuk

kandang, TSP dan tanah tercampur rata.

 

Pemberian Mulsa

Dewasa ini penggunaan plastik hitam-perak sebagai mulsa (penutup tanah) telah

banyak dipergunakan oleh para petani. Penggunaan plastik hitam-perak sebagai

mulsa lebih praktis dibandingkan dengan penggunaan sisa-sisa tanaman yang telah

mati, misalnya jerami padi.

 

Teknik Penanaman

Penentuan Pola Tanam

Tomat dapat ditanam dengan 2 macam jarak tanam yaitu dengan sistem dirempel

dan sistem bebas.

1.   Sistem dirempel

Jarak tanam sistem ini adalah 50 cm x 50 cm atau 60 cm x 60 cm, bujur sangkar

atau segitiga sama sisi. Cara menanam dengan sistem ini maksudnya yaitu

tunas-tunas yang tumbuh diambil (dipotong) sedini mungkin, sehingga tanaman

hanya memiliki satu batang tanpa cabang.

2.   Sistem bebas

Ukuran jarak tanam sistem bebas adalah 80 cm x 100 cm; 80 cm x 80 cm;

80 cm x 100 cm; 100 cm x 100 cm. Bentuk yang digunakan dapat berupa bujur

sangkar, segipanjang atau segitiga sama sisi. Selain itu dapat juga dibuat

antar barisan berjarak 100 cm, dan dalam barisan berjarak 50-60 cm.

Cara menanam dengan sistem ini bertujuan membiarkan tunas-tunas yang

tumbuh menjadi cabang-cabang besar dan dapat berubah.

 

Pembuatan Lubang Tanam

Bedengan yang telah dipersiapkan untuk penanaman bibit, sehari sebelumnya

hendaknya diairi terlebih dahulu supaya basah. Kemudian pada bedeng yang telah

tertutup mulsa plastik dibuat lubang tanam dengan diameter 7-8 cm sedalam 15 cm.

Lubang-lubang tanam dibuat sesuai dengan jarak tanam yang telah ditentukan.

 

Cara Penanaman

Penanaman dapat dilakukan pada musim kemarau dan musim hujan.

Apabila penanaman dilakukan pada musim kemarau pakailah mulsa plastik hitam

perak atau kertas alumunium.Mulsa tersebut harus sudah dipasang di bedengan

sebelum bibit ditanam. Apabila tomat ditanam pada musim hujan pasanglah lebih

dahulu atap plastik transparan (tembus cahaya) pada bedengan yang akan ditanami.

 

PEMELIHARAAN TANAMAN

 

Penjarangan dan Penyulaman

Penyulaman adalah mengganti tanaman yang mati, rusak atau yang

pertumbuhannya tidak normal, misalnya tumbuh kerdil.

Penyulaman sebaiknya dilakukan seminggu setelah tanam.

Namun jika satu minggu sudah terlihat adanya tanaman yang mati, layu, rusak

atau pertumbuhannya tidak normal, penyulaman sebaiknya segera dilakukan.

Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam penyulaman adalah bibit yang digunakan.

Bibit yang digunakan untuk menyulam diambil dari bibit cadangan yang telah

dipersiapkan sebelumnya bersamaan dengan bibit lain yang bukan bibit cadangan.

Cara penyulamannya adalah apabila tanaman yang telah mati, rusak, layu, atau

pertumbuhannya tidak normal dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru ditempat

tanaman terdahulu, dibersihkan dan diberi Furadan 0,5 gram bila dipandang perlu.

Setelah itu, bibit yang baru ditanam pada tempat tanaman terdahulu dengan cara

penanaman bibit terdahulu.

 

Penyiangan

Gulma yang tumbuh di areal penanaman tomat harus disiangi agar tidak menjadi

pesaing dalam mengisap unsur hara. Gulma yang terlalu banyak akan mengurangi

unsur hara sehingga tanaman tomat menjadi kerdil. Gulma juga dapat menjadi

sarang hama dan penyakit yang akan menyerang tanaman tomat.

Pemberian mulsa plastik atau daun-daunan akan mengurangi gulma.

Waktu penyiangan dapat dilakukan 3-4 kali tergantung kondisi kebun.

 

Pembubunan

Tujuan pembubunan adalah memperbaiki peredaran udara dalam tanah dan

mengurangi gas-gas atau zat-zat beracun yang ada di dalam tanah sehingga

perakaran tanaman akan menjadi lebih sehat dan tanaman akan menjadi cepat besar.

Tanah yang padat harus segera digemburkan. Pembubunan dilakukan dengan

hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman.

Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

 

Perempalan

1.   Tunas yang tumbuh di ketiak daun harus segera dirempel/dipangkas agar tidak

menjadi cabang. Perempalan paling lambat dilakukan 1 minggu sekali.

Pada tanaman tomat yang tingginya terbatas, perempalannya harus dilakukan

dengan hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel supaya tanaman tidak

terlalu pendek.

2.    Perempalan yang baik dilakukan pada pagi hari agar luka bekas rempalan cepat

kering dengan cara: ujung tunas dipegang dengan tangan yang bersih, lalu

digerakkan ke kanan kiri sampai tunas tersebut lepas.

Apabila terlambat merempel, tunas akan cabang yang besar dan sukar putus.

3.   Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau

gunting tajam yang bersih.

4.    Ketinggian tanaman tomat dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman

apabila jumlah dompolan buah sudah mencapai 5-7 buah.

 

Pemupukan

Pemupukan bertujuan merangsang pertumbuhan tanaman.

Tata cara pemupukan adalah:

1.    Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu setelah ditanam, harus segera diberi

pupuk buatan.

Dosis pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman

antara 1-2 gram.

Pemupukan dilakukan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang

tanaman tomat kemudian pupuk ditutup tanah dan disiram dengan air.

Pupuk Urea dan KCl tidak boleh mengenai tanaman karena dapat melukai

tanaman.

2.    Pemupukan kedua dilakukan ketika tanaman berumur 2-3 minggu sesudah

tanam berupa campuran Urea dan KCl sebanyak ± 5 gr. Pemupukan dilakukan

di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan dalamnya ± 1 cm kemudian

pupuk ditutup tanah dan disiram dengan air.

3.     Bila pada umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk

lagi dengan Urea dan KCl sebanyak 7 gram. Jarak pemupukan dari batang

dibuat makin jauh yaitu ± 7 cm.

 

Penyiraman dan Pengairan

Kebutuhan air pada budidaya tanaman tomat tidak terlalu banyak, namun tidak boleh

kekurangan air.

Pemberian air yang berlebihan pada areal tanaman tomat dapat menyebabkan

tanaman tomat tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan

mudah terserang penyakit. Kelembaban tanah yang tinggi dapat mendorong

pertumbuhan dan perkembangan patogen sehingga tanaman tomat dapat mati

keracunan karena kandungan oksigen dalam tanah berkurang. Pori-pori yang terisi

oleh air mendesak oksigen keluar dari dalam tanah sehingga tanah menjadi anaerob

yang menyebabkan proses oksidasi berubah menjadi proses reduksi. Keadaan tanah

yang demikian menyebabkan kerontokan bunga dan menyebabkan pertumbuhan

vegetatif berlebihan sehingga mengurangi pertumbuhan dan perkembangan

generatif (buah).

Kekurangan air yang berkepanjangan pada pertanaman tomat dapat mengganggu

pertumbuhan tanaman pada stadia awal, mengakibatkan pecah-pecah pada buah

apabila kekurangan air terjadi pada stadia pembentukan hasil dan dapat

menyebabkan kerontokan bunga apabila kekurangan air terjadi selama periode

pembungaan.

 

Pemasangan Ajir

Pemasangan ajir dimaksudkan untuk mencegah tanaman tomat roboh.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

1.    Ajir (lanjaran) terbuat dari bambu atau kayu dengan panjang antara

100-175 cm, tergantung dari varietasnya. Untuk penanaman dalam green

       house yang modern dapat menggunakan tali (warna putih) seperti yang

terlihat dalam gambar sebelah.

2.    Pemasangan ajir dilakukan sedini mungkin, ketika tanaman masih kecil akar

masih pendek, sehingga akar tidak putus tertusuk ajir. Akar yang luka akan

memudahkan tanaman terserang penyakit yang masuk lewat luka.

Jarak ajir dengan batang tomat ± 10-20 cm.

3.    Cara memasang ajir bermacam-macam, misalnya ajir dibuat tegak lurus atau

ujung kedua ajir diikat sehingga membentuk segitiga. Agar tidak dimakan

rayap, ajir diolesi dengan ter atau minyak tanah.

4.    Tanaman tomat yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat

pada ajir.

Pengikatan jangan terlalu erat yang penting tanaman tomat dapat berdiri.

Pengikatan dilakukan dengan model angka 8 sehingga tidak terjadi gesekan

antara batang tomat dengan ajir yang dapat menimbulkan luka.

Tali pengikat, misalnya tali plastik harus dalam keadaan bersih.

Setiap bertambah tinggi ± 20 cm, harus dilakukan pengikatan lagi agar batang

tomat selalu berdiri tegak.

 

 

 

Hama dan Penyakit

 

Ulat buah tomat (Heliothis armigera Hubner)

Ciri :

*   Panjang ulat ± 4 cm dan akan makin panjang pada temperatur rendah.

*   Warna ulat bervariasi dari hijau, hijau kekuning-kuningan, hijau kecoklat-

coklatan, kecoklat-coklatan sampai hitam.

*   Pada badan ulat bagian samping ada garis bergelombang memanjang,

berwarna lebih muda.

*   Pada tubuhnya kelihatan banyak kutil dan berbulu, telur berbentuk bulat

berwarna kekuning-kuningan mengkilap dan sesudah 2-4 hari berubah

warna menjadi coklat.

*   Panjang sayap ngengat bila dibentangkan ± 4 cm dan panjang badan

antara1,5-2,0 cm.

Sayap bagian muka berwarna coklat dan sayap belakang berwarna putih

dengan tepi coklat.

Gejala  :

-    ulat ini menyerang daun, bunga dan buah tomat.

-    Ulat ini sering membuat lobang pada buah tomat secara berpindah-pindah.

-    Buah yang dilubangi pada umumnya terkena infeksi sehingga buah menjadi

busuk lunak.

Pengendalian :

(1)   ngengat tertarik pada cahaya ultraviolet sehingga dengan sinar tersebut

diadakan perangkap;

(2)    telur dan ulat adapat dikumpulkan dan dibakar atau dimatikan;

(3)    ditepi kebun ditanam jagung untuk mengurangi serangan pada tanaman

tomat;

(4)    tanaman liar disekitar areal pertanaman tomat dibersihkan;

(5)    disemprot dengan insektisida, misalnya Diazinon dan Cymbush.

 

 

 

Kutu daun apish hijau

 

Kutu ini termasuk famili Aphididae dari ordo Hemiptera yang sering disebut

aphis tomat, aphis tembakau atau aphis kentang.

Kutu hijau ini menjadi vektor (penyalur) virus sehingga tomat dapat

terserang penyakit virus.

Ciri :

*   kutu ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap.

*   Panjang kutu yang bersayap antara 2-2,5 mm, kepala dan dadanya berwarna

coklat sampai hitam dan perutnya hijau kekuning-kuningan.

*   Ukuran antena sepanjang badannya.

*   Panjang kutu yang tidak bersayap antara 1,8-2,3 mm berwarna hijau

kekuning-kuningan.

Gejala :

Daun tomat yang diserang bentuknya jelek, keriting, kerdil, melengkung ke bawah,

menyempit seperti pita, klorosis, mosaik dan daun menjadi rapuh.

Pengendalian :

(1)   gulma di sekitar areal tanaman tomat harus dibersihkan karena dapat menjadi

tempat berlindung kutu;

(2)   pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan cara dipijit sehingga

kutu aphis tersebut mati;

(3)   pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida.

 

Lalat putih (kutu kabut, kutu kepul)

 

 

Kutu ini termasuk famili Aleyrodidae dari ordo Hemiptera.

Kutu ini bila terganggu akan berhamburan seperti kabut atau kepul putih.

Ciri :

-    Panjang kutu putih dewasa hanya ± 1 mm berwarna putih kekuning-kuningan,

tertutup tepung seperti lilin putih, memiliki 2 pasang sayap berwarna putih

dengan bentangan ± 2 mm, dan bermata merah.

-    Lalat putih betina berukuran lebih besar daripada lalat jantan.

-    Telur berbentuk elips sepanjang antara 0,2-0,3 mm.

-    Panjang pulpa ± 0,7 mm, berbentuk oval serta datar dan badannya seperti sisik

pada daun.

Gejala :

-    tanaman tomat yang terserang seperti diselimuti tepung putih yang bila

dipegang akan berterbangan.

-    Serangan mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat/kerdil, daun

mengecil, dan menggulung ke atas.

Pengendalian :

(1)   digunakan musuh alami hama, misalnya beberapa jenis tabuhan yang

merupakan parasit lalat putih dan beberapa jenis lembing guna memakan

telur lalat putih;

(2)    gulma di sekitar tanaman tomat harus dibersihkan supaya tidak menjadi inang

lalat putih;

(3)    tanaman tomat terserang virus harus segera dicabut dan dibakar;

(4)    pertanaman tomat dapat diberi mulsa jerami atau mulsa plastik;

(5)    disemprot dengan Diazinon, Malathion, Azinpos-methyl dan lain-lain.

 

 

Kutu daun thrips

 

Kutu daun thrips termasuk famili Thripidae dari ordo Thysanoptera.

Ciri :

-    panjang thrips antara 1-1,2 mm, berwarna hitam, bergaris merah atau

tidak bercak merah.

-    Nimfa (thrips muda) berwarna putih atau putih kekuningan, tidak bersayap dan

kadang-kadang berbercak merah.

-    Thrips dewasa bersayap dan berambut berumbai-rumbai.

-    Telur thrips berbentuk seperti ginjal atau oval.

Gejala  :

-    Thrips mengisap cairan pada permukaan daun dimana daun yang telah diisap

menjadi berwarna putih seperti perak karena udara masuk ke dalamnya.

-     Bila terjadi serangan hebat, daun menjadi kering dan mati.

-     Tanaman muda yang terserang akan layu dan mati.

Pengendalian :

(1)  tanaman yang kekurangan air lebih banyak diserang thrips. Untuk itu, tanaman

tomat harus disiram dengan air yang cukup;

(2)  gulma di areal tanaman tomat harus dibersihkan agar tidak menjadi tempat

berlindung thrips;

(3)  disemprot dengan insektisida, misalnya Diazinon, Malathion dan Monocrotophos.

 

 

Lalat buah

 

 

Lalat ini termasuk famili Trypetidae (Tephritidae) dari ordo Diptera.

Ciri :

-     mempunyai sayap transparan sepanjang 5-7 mm, panjang badan 6-8 mm.

-     Perut berwarna coklat muda dengan garis melintang berwarna coklat tua,

dada berwarna coklat tua dengan bercak kuning atau putih.

-     Belatung muda berwarna putih, tetapi bila dewasa berwarna kekuning-

kuningan.

-     Panjang belatung ± 1 cm. Belatung ini terletak di dalam daging buah.

-     Telur lalat berukuran kecil-kecil, panjangnya ± 1,2 mm, kedua ujungnya runcing,

dan berwarna putih.

-      Belatung dewasa berwarna kekuning-kuningan dan bila disentuh akan

melenting sejauh ± 30 cm untuk menyelamatkan diri.

Gejala :

-      buah tomat menjadi busuk karena terserang cendawan atau bakteri.

-      Bila buah dibuka akan kelihatan ada belatung berwarna putih.

Pengendalian :

(1)   pada waktu mencangkul, tanah harus dibalik dan dibiarkan beberapa hari

sampai beberapa minggu agar terkena sinar matahari sehingga pupa lalat mati;

(2)   ditangkap dengan menggunakan umpan yang dapat memikat lalat jantan;

(3)   buah yang terserang segera dipetik dan dibakar;

(4)   gulma di daerah pertanaman tomat harus selalu dibersihkan.

 

 

Nematoda bengkak akar

Ciri :

-       bentuk nematoda bisul akar seperti cacing kecil sepanjang antara 200-1000 m.

-       Untuk mengamati hama ini harus digunakan mikroskop.

-       Pada mulutnya terdapat stylet yang berbentuk seperti jarum runcing, untuk

menusuk dan menarik kembali cairan dalam mulut.

-       Ukuran badan nematoda betina sedikit lebih gemuk.

Gejala :

-      akar tanaman membengkak memanjang atau bulat, akibatnya tanaman (akar)

akan mengalami kesulitan mengambil air dari tanah sehingga terjadi klorosis,

yakni warna daun tidak normal, pertumbuhan terhambat, layu, buah kecil serta

sedikit dan cepat menjadi tua.

-       Serangan nematoda ini dapat mengurangi produksi sampai 50% atau lebih.

Pengendalian :

(1)    tanah dicangkul dan dibiarkan beberapa waktu agar terkena sinar matahari;

(2)    tanah digenangi air yang cukup lama supaya nematoda mati;

(3)    menggunakan bahan kimia Nematisida, misalnya Furadan, Curater, Petrofur,

Indofuran, dan Temik;

(5)    menanam varietas tomat yang resisten;

(4)    tanaman yang terserang harus segera dicabut dan dibakar;

(5)    gulma di areal tamanan tomat dibersihkan;

(6)    diberi pupuk organik (pupuk kandang atau kompos).

 

Penyakit layu fusarium

 

Ciri :

-      Infeksi terjadi lewat akar, kemudian menyerang jaringan pembuluh.

-      Jaringan xylem yang terserang warnanya menjadi coklat dan serangan ini

dengan cepat menuju ke atas.

-      Aliran air ke daun akan terhambat sehingga daun akan layu dan menguning.

-      Cendawan ini membentuk polipeptida (likomarasmin) yang menggangu

permeabilitas membran plasma, sehingga perjalanan air dari bawah ke atas

terhambat.

Gejala :

-     pada malam hari sampai pagi masih kelihatan segar, tetapi setelah ada sinar

matahari dan terjadi penguapan, tanaman tersebut menjadi layu.

-     Sore hari mungkin masih dapat segar lagi tetapi keesokan harinya mulai layu

lagi, akhirnya, tanaman layu akan mati.

Pengendalian :

(1)   menanam varietas tomat yang resisten (tahan);

(2)   diberi mulsa plastik transparan untuk menaikkan suhu tanah agar penyakit

fusarium mati;

(3)    menanam tanaman tomat di tanah yang bebas nematoda;

(4)    menggunakan alat yang bersih dari penyakit layu;

(5)    tanah yang telah ditanami tomat yang terserang penyakit layu tidak boleh

ditanami tomat dalam waktu lama dan tidak boleh menanam tanaman yang

termasuk solanase;

(6)     tanaman yang layu harus segera dicabut dan dibakar;

(7)     tanaman tomat disambung dengan cepokak (Solanum torvum), atau terung

engkol (Solanum macrocarpon).

 

Bercak daun septoria

 

Penyebab :  cendawan Septoria lycopersici Speg. yang merusak daun dan

menyerang tanaman tomat yang masih muda ataupun tua.

Gejala :

-    terlihat bercak bulat kecil berair pada kedua permukaan daun dibagian bawah.

-    Bercak tersebut berwarna coklat muda, kemudian menjadi kelabu dengan tepi

kehitaman.

-    Garis tengah bercak ± 2 mm. Serangan yang hebat menyebabkan daun tomat

menggulung, mengering dan rontok.

Pengendalian :

(1)   gulma dan sisa tanaman tomat yang telah mati dibersihkan dan dibakar,

jangan dipendam dalam tanah;

(2)   dilakukan rotasi tanaman, dengan menanam tanaman lain yang berbeda famili;

(3)   menanam tanaman tomat yang resisten;

(4)   disemprot dengan fungisida misalnya, zineb dan maneb.

 

 

Penyakit bercak coklat

 

Penyebab: Alternaria solani Sor.]

Gejala :

-     daun tomat yang terserang tampak bulat coklat atau bersudut, dengan

diameter 2-4 mm, dan berwarna coklat sampai hitam.

-      Bercak itu menjadi jaringan nekrosis yang mempunyai garis-garis lingkaran

sepusat.

-      Jaringan nekrosis ini dikelilingi lingkaran yang berwarna kuning (sel klorosis).

-      Bila serangan mengganas, bercak akan membesar dan kemudian bersatu

sehingga daun menjadi kuning, layu dan mati.

-      Bunga yang terinfeksi akan gugur.

-      Buah muda atau masak yang terserang penyakit ini menjadi busuk,

berwarna hitam, dan cekung, serta meluas ke seluruh buah.

-      Penyakit ini biasanya dimulai dari pangkal buah (ujung tangkai) yang berwarna

coklat tua dan cekung, bergaris tengah 5-20 mm dan tertutup massa spora

hitam seperti beledu.

Pengendalian :

(1)   menanam biji yang bebas penyakit atau biji terdesinfeksi;

(2)   tanaman yang sakit segera dicabut dan dibakar;

(3)   bekas tanaman tomat, terung, kentang, dan tanaman yang termasuk Solanase

tidak boleh dipendam di areal pertanaman tomat, tapi harus dikumpulkan

di tempat lain dan dibakar;

(4)    melakukan rotasi tanaman;

(5)    penyiraman harus menggunakan air bersih yang  tidak tercemar penyakit;

(6)    drainase harus diatur dengan baik agar tanaman tidak tergenang air;

(7)    gulma di areal pertanaman harus selalu dibersihkan;

(8)    pembibitan dan penanaman jangan terlalu rapat;

(9)    disemprot dengan carbamat, zineb atau maneb.

 

 

Penyakit busuk daun

 

 

Penyebab : cendawan Phytophthora infestans (Mont.) de bary.

Gejala :

-      daun tomat yang terserang berbercak coklat sampai hitam.

-      Mula-mula pada ujung atau sisi daun, hanya tampak beberapa milimeter,

tetapi akhirnya meluas sampai ke seluruh daun dan tangkai daun.

-       Penyakit ini mulai menyerang pangkal buah, yang menimbulkan bercak berair

yang berwarna hijau kelabu sampai coklat.

Pengendalian :

(1)   tanaman yang telah terserang segera dicabut dan dibakar;

(2)   tanaman yang sakit tidak boleh dipendam di areal pertanaman tomat;

(3)   menanam varietas tomat yang resisten;

(4)   melakukan rotasi tanaman;

(5)   tanah yang telah dicangkul dibiarkan beberapa waktu agar terkena sinar

matahari;

(6)   disemprot dengan fungisida, misalnya Dithane M-45, Difolatan, zineb,

propineb, atau maneb.

 

 

Penyakit busuk buah Rhizoctonia

 

Penyebab : cendawan Thanatephorus cucumeris (Frank) Donk.

Gejala :

-      muncul bercak cekung kecil berwarna coklat.

-      Bercak ini membesar dan timbul lingkaran-lingkaran sepusat.

-      Warna bercak menjadi coklat tua dan bagian tengahnya sering kali retak.

Pengendalian :

(1)   air pengairan harus bersih dan bebas penyakit;

(2)    penanaman jangan terlalu dalam;

(3)    diberi lanjaran supaya buah tomat tidak menyentuh tanah;

(4)    diberi mulsa plastik transparan;

(5)    menanam varietas tomat yang resisten;

(6)    melakukan rotasi tanaman;

(7)    gulma dan sisa-sisa tanaman sakit harus dibersihkan dan dibakar;

(8)    disemprot dengan fungisida yang mempunyai bahan aktif chlorothalonil

dengan interval 7-8 hari sekali untuk menanggulangi timbulnya penyakit

busuk buah.

 

 

Busuk buah antraknosa

Penyebab :  cendawan Colletotrichum coccodes (Wallr.) Hughes. Penyakit ini dapat

menyerang buah, batang dan akar tanaman tomat.

Gejala :

-      buah tomat tampak ada bercak kecil berair, bulat dan cekung yang makin

membesar, berwarna coklat, kelihatan ada lingkaran-lingkaran sepusat,

dan kemudian menjadi hitam.

-       Pada pangkal buah kelihatan ada bercak ungu yang terletak dekat tangkai.

-       Bila serangan terjadi pada akar dan batang, warna jaringan cortex akan

menjadi coklat dan daun menjadi layu.

Pengendalian :

(1)   sisa tanaman sakit tidak boleh dipendam dalam tanah;

(2)   melakukan rotasi tanaman selama 1-2 tahun;

(3)   diberi mulsa dan lanjaran agar buah tidak menyentuh tanah;

(4)   menanam tanaman tomat yang resisten;

(5)   disemprot dengan fungisida yang mempunyai bahan aktif kaptafol.

 

Penyakit layu

Penyebab : Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F.Sm.

Gejala :

-     tanaman yang diserang penyakit ini lebih cepat layu.

-     Tanaman yang telah terinfeksi daunnya masih hijau tetapi kemudian tiba-tiba

layu, terutama pucuk daun yang masih muda, dan daun bagian bawah

menguning.

-      Tanaman yang terinfeksi menjadi kerdil, daun menggulung ke bawah, dan

kadang-kadang terbentuk akar adventif sepanjang batang tomat.

-      Tanaman yang terserang biasanya akan roboh dan mati.

Pengendalian :

(1)   melakukan rotasi tanaman dan tidak boleh menanam jenis-jenis tanaman

yang termasuk famili Solanaceae;

(2)   gulma di areal pertanaman dibersihkan;

(3)   menanam varietas tomat yang resisten;

(4)   tanaman disambung dengan batang bawah cepokak;

(5)   tanaman disemprot dengan antibiotika;

(6)   tanaman yang sakit dicabut dan dibakar;

(7)   tanah yang telah dicangkul dibiarkan beberapa waktu agar cukup terkena

sinar matahari.

 

Kerak bakteri, bercak bakteri

Gejala :

-     adanya bercak berair kecil pada daun dan batang; bercak berair ini akan

mengering, cekung dan berwarna coklat keabu-abuan garis tengah 1-5 mm;

-      tanaman tomat yang terserang daun-daunnya mengeriting ke bawah dan

mengering;

-      batang yang terluka menyerupai kerak panjang dan berwarna keabu-abuan;

-      daun yang terserang mengalami klorosis dan gugur;

-      pada buah yang terserang mula-mula kelihatan bercak berair, kemudian

berubah menjadi bercak bergabus.

Pengendalian :

(1)   melakukan rotasi tanaman dengan tanaman yang berbeda famili;

(2)   menanam biji dari tanaman tomat yang sehat;

(3)   menanam tanaman tomat yang resisten;

(4)   tanaman yang sakit harus segera dicabut dan dibakar;

(5)   tanaman tomat yang mati tidak boleh dipendam dalam tanah;

(6)   menyiram tanaman dengan air yang bersih dan bebas penyakit.

 

 

PANEN

 

Ciri dan Umur Panen

Pemetikan buah tomat dapat dilakukan pada tanaman yang telah berumur 60-100

hari setelah tanam tergantung pada varietasnya. Varietas tomat yang tergolong

indeterminatre memiliki umur panen lebih panjang, yaitu berkisar antara 70-100 hari

setelah tanam baru bisa dipetik buahnya. Penentuan waktu panen hanya berdasarkan

umur panen tanaman sering kali kurang tepat karena banyak faktor lingkungan yang mempengaruhinya seperti: keadaan iklim setempat dan tanah. Kriteria masak

petik yang optimal dapat dilihat dari warna kulit buah, ukuran buah, keadaan daun

tanaman dan batang tanaman, yakni sebagai berikut :

a)      kulit buah berubah, dari warna hijau menjadi kekuning-kekuningan.

b)      bagian tepi daun tua telah mengering.

c)      batang tanaman menguning/mengering.

Waktu pemetikan (pagi, siang, sore) juga berpengaruh pada kualitas yang dipanen.

Saat pemetikan buah tomat yang baik adalah pada pagi atau sore hari dan keadaan

cuaca cerah. Pemetikan yang dilakukan pada siang hari dari segi teknis kurang

menguntungkan karena pada siang hari proses fotosintesis masih berlangsung

sehingga mengurangi zat-zat gizi yang terkandung. Disamping itu, keadaan cuaca

yang panas di siang hari dapat meningkatkan temperatur dalam buah tomat

sehingga dapat mempercepat proses transpirasi (penguapan air) dalam buah.

Keadaan ini dapat dapat menyebabkan daya simpan buah tomat menjadi lebih

pendek.

 

Cara Panen

Cara memetik buah tomat cukup dilakukan dengan memuntir buah secara hati-hati

hingga tangkai buah terputus. Pemutiran buah harus dilakukan satu per satu dan

dipilih buah yang sudah matang. Selanjutnya, buah tomat yang sudah terpetik

dapat langsung dimasukkan ke dalam keranjang untuk dikumpulkan di tempat

penampungan.

Tempat penampungan hasil panen tomat hendaknya dipersiapkan di tempat yang

teduh atau dapat dibuatkan tenda di dalam kebun.

 

Periode Panen

Pemetikan buah tomat tidak dapat dilakukan sampai 10 kali pemetikan karena

masaknya buah tomat tidak bersamaan waktunya. Pemetikan buah tomat dapat

dilakukan setiap selang 2-3 hari sekali sampai seluruh tomat habis terpetik.

sumber: http://www.facebook.com/groups/asosiasipepayaindonesia/doc/240300432706293/

About these ads

Perihal INDOAGROW
kami adalah lembaga yang bergerak dalam pengembangan sumberdaya pertanian, menyediakan berbagai macam sarana produksi pertanian, dan konsultasi pertanian alamat : Dukuh Serut Desa Tegalontar Kec Sragi Pekalongan Telepon 081931723043 (WA), 081325666314, 08562813733 email: indoagrow@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: