BUDIDAYA TERNAK KAMBING

  • BUDIDAYA TERNAK KAMBING

    Kambing merupakan jenis ternak yang sudah lama dibudidayakan, memelihara

    kambing tidak sulit Karen apakan cukup beragam.

    Berbagai jenis hijauan dapat dimakannya.

    Jenis daun-daunan yang cukup digemari opleh kambing antara lain daun turi,

    lamtoro dan nangka.

    Delapan ras kambing asli Indonesia adalah

    1. Kambing Marica
    2. Kambing Samosir
    3. Kambing Muara
    4. Kambing Kosta
    5. Kambing Gembrong
    6. Kambing Benggala
    7. Kambing Kacang
    8. Kambing Etawa

    Beberapa jenis kambing di Indonesia tersebar di daerah kering dan berbukit

    atau daerah pegunungan, kambing adalah jenis hewan yang takut air, ternak

    kambing dapat digolongkan menjadi 2 type yaitu :

    1. Kambing potong (penghasilan daging)
    2. Kambing dwi fungsi (penghasil daging dan susu)

    Berdasarkan tujuan pemeliharaan, ternak kambing dapat digolongkan

    menjadi dua yaitu :

    1. Kambing untuk pembibitan
    2. Kambing untuk penggemukan.

    Beberapa jenis kambing yang telah dikenal oleh masyarakat umum adalah

    1. Kambing Kacang
    2. Kambing Peranakan Etawah (PE)

    Kedua jenis kambing ini sudah beradaptasi dengan baik dengan kondisi tropis

    basah di Indonesia, kambing kacang mempunyai keistimewaan dibandingkan

    kambing PE yaiu ber anak kembar dan jarak beranak yang lebih pendek.

    Kambing Marica

    Kambing Marica tersebar di propinsi sulawesi selatan, kambing  marica ini

    hampir mirip dengan kambing kacang, namun ada perbedaan yaitu penampilan

    tubuh lebih kecil dibandingan kambing kacang, telinga berdiri menghadap

    samping arah kedepan, tanduk relatif kecil dan pendek

    Kambing Samosir

    Kambing ini dipelihara secara turun temurun oleh penduduk yang tinggal di pulau

    samosir, ditengah danau toba, kabupaten samosir, propinsi sumatera utara.

    Kambing Muara

    Kambing  muara dijumpai di daerah kecamatan muara, kabupaten Tapanuli utara

    di propinsi sumatera utara.

    Penampilan gagah, tubuh kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara

    warna bulu coklat kemerahan, putih dan hitam.

    Bobot kambing muara lebih besar dibandingkan kambing kacang.

    Kambing Kosta

    Lokais penyebaran kambing kosta di sekitar jakarta dan propinsi banten,

    kambing ini mempunyai bentuk tubuh sedang, hidung rata dan kadang kadang

    ada yang melengkung, tanduk pendek dan berbulu pendek

    Kambing Gembrong

    Kambing gembrong tersebar di daerah kawasan timur pulau bali terutama di

    kabupaten karangasem, ciri khas dari kambing ini adalah berbulu panjang,

    panjang bulu sekitar 15-25 cm,  bahkan rambut pada bagian kepala sampai

    menutupi muka dan telinga.

    Rambut panjang terdapat pada kambing jantan, sedangkan kambing gembrong

    betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm, kambing gembrong ini lebih kecil dari

    kambing PE namun lebih besar dari kambing kacang.

    Kambing Benggala

    Kambing benggala diduga merupakan hasil persilangan kambing black benggala

    dengan kambing kacang.

    Kambing ini tersebar di daerah sekitar pulau timor dan  pulau flores di propinsi

    nusa tenggara timur.

    Kambing Kacang

    Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia. Kambing ini tersebar hampir di

    seluruh Indonesia. Ciri-ciri kambing kacang: badan kecil, telinga pendek tegak, leher

    pendek, punggung meninggi, jantan dan betina bertanduk, tinggi badan jantan dewasa

    rata-rata 60–65 cm, tinggi badan betina dewasa rata-rata 56 cm, bobot dewasa untuk

    betina rata-rata 20 kg dan jantan 25 kg.

    Kambing Peranakan Etawah (PE)

    Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan kambing hasil persilangan antara

    kambing Etawah (asal India) dengan kambing Kacang. Kambing ini tersebar hampir di

    seluruh Indonesia. Penampilannya mirip kambing Etawah, tetapi lebih kecil. Kambing PE

    merupakan kambing tipe dwiguna, yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah).

    Peranakan yang penampilannya mirip kambing Kacang disebut Bligon atau Jawa randu

    yang merupakan tipe pedaging. (Pamungkas et al., 2009). Ciri-ciri Kambing PE: telinga

    panjang dan terkulai, panjang telinga 18–30 cm, warna bulu bervariasi dari coklat muda

    sampai hitam. Bulu kambing PE jantan bagian atas leher dan pundak lebih tebal dan agak

    panjang. Bulu kambing PE betina pada bagian paha panjang. Berat badan kambing PE

    jantan dewasa 40 kg dan betina 35 kg, tinggi pundak 76-100 cm.

    MEMILIH BIBIT

    Pejantan

    Kondisi tubuh sehat, tubuh besar (sesuai umur), bulu bersih dan mengkilap, badan

    panjang, kaki lurus, tidak cacat, tumit tinggi, penampilan gagah, aktif dan nafsu kawin

    tinggi, mudah ereksi, buah zakar normal (2 buah, sama besar dan kenyal).

    Betina

    Kondisi tubuh sehat, tidak terlalu gemuk dan tidak cacat, bulu bersih dan mengkilap,

    alat kelamin normal, mempunyai sifat keibuan (mengasuh anak dengan baik), ambing

    (buah susu) normal (halus kenyal tidak terinfeksi atau terjadi pembengkakan).

    MENGATUR PERKAWINAN

    Kambing telah dewasa kelamin dapat dikawinkan. Kambing dewasa kelamin

    umumnya pada umur 6-8 bulan (sudah mulai birahi). Umur dapat diketahui dengan

    catatan kelahiran atau dapat dilihat dari giginya. Umur pertama kali dikawinkan 10–12

    bulan untuk kambing betina, sedangkan umur lebih dari 1 tahun untuk kambing jantan.

    TANDA-TANDA BIRAHI PADA KAMBING BETINA

    -   Gelisah

    -   Alat kelamin bagian luar bengkak, basah, merah dan hangat.

    -   Ekor digerak-gerakan.

    -   Diam bila dinaiki oleh pejantan.

    -   Nafsu makan berkurang.

    Lama berahi sekitar 30 jam, sedangkan siklus birahi sekitar 17 hari.

    WAKTU MENGAWINKAN

    Waktu mengawinkan yang tepat adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda

    birahi, untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan,

    maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang, hindarkan

    terjadinya perkawainan anatara saudara, anak dengan bapak dan induk dengan anak.

    KELAHIRAN

    Kambing yang akan melahirkan nampak gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai

    kandang, mengembik, pinggul mengendur, ambing sangat besar dan bila dipecet

    keluar cairan (kolostrum), alat kelamin membengkak dan nafsu makan turun.

    PERAWATAN ANAK KAMBING

    Kambing yang habis melahirkan kadang-kadang kurang perhatian terhadap anak

    yang baru saja dilahirkan, apabila induk tidak mau menyusui, dekatkan induk pada

    anaknya sehingga anak kambing dapat menyusu, jika induk tetap tidak mau menyusui,

    anak kambing dapat diberi susu buatan.

    Susu buatan ini dapat dibuat dari susu bubuk putih, gula 1 sendok teh, 1 butir telur

    ayam dan 1 cangkir air matang, susu buatan ini diberikan dua kali sehari sampai induk

    mau menyusui sendiri.

    MENYUSUI

    Kambing akan menysusi selama 2,5 – 3 bulan, pada sistem peternakan tradisional

    dapat sampai 5-6 bulan

    PENDUGAAN UMUR

    Umur kambing dapat diperkirakan dari gigi yang tumbuh :

    -         Semua gigi belum permanen (umur kurang dari 1 tahun)

    -         Satu pasang gigi permanen (umur 1-2 tahun)

    -         Dua pasang gigi permanen (umur 2-3 tahun)

    -         Tiga pasang gigi permanen (umur 3-4 tahun)

    -         Seluruh gigi permanen (umur 4-5 tahun)

    PAKAN

    Pakan kambing secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu pakan hijauan dan

    konsentrat. Pakan hijauan dapat berupa rumput alam, rumput yang dibudidayakan dan

    daun kacang-kacangan, sedangkan pakan konsentrat dapat berupa dedak padi.

    Sumber Pakan

    Rumput merupakan sumber tenaga atau energi bagi ternak kambing. Jenis rumput

    yang umum diberikan ternak adalah rumput alam (rumput lapangan). Jenis rumput yang

    dibudidayakan (ditanam) antara lain: rumput setaria, brachiaria dan clitoria ternatea.

    Selain rumput, sisa hasil pertanian juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga atau

    energi antara lain: dedak padi, kulit dan daun singkong, daun pepaya, batang kangkung,

    daun jagung dan jerami padi. Pakan sebagai sumber protein yang baik untuk

    pertumbuhan kambing antara lain: daun kacang tanah, daun kacang panjang, daun

    kedelai, daun gamal, daun turi, daun lamtoro dan daun kaliandra.

    Rumput Setaria

    Rumput Brachiaria

    Clitoria Ternatea

    Kebutuhan Pakan

    Pakan hijauan: 10% dari berat badan

    Pakan konsentrat: 0,5 kg

    Jika hanya diberi pakan hijauan, maka pakan hijauan tersebut diberikan dengan jumlah

    10% dari berat badan dengan susunan pakan sebagai berikut:

    a.   Kambing Dewasa: 1 bagian daun + 3 bagian rumput

    b.   Kambing yang akan dikawinkan: 2 bagian daun berprotein + 3 bagian rumput

    c.   Kambing bunting: 3 bagian daun + 3 bagian rumput

    MINERAL

    Mineral dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan menjaga kondisi tumbuh

    supaya tetap sehat. Garam dapur merupakan salah satu sumber mineral. Selain itu

    mineral yang lain dapat dibeli di toko pertanian.

    Cara Pemberian

    a.   Siapkan ruas bambu dengan panjang 40-50 cm, kemudian kupas kulit luarnya.

    b.   Lubangi kecil-kecil pada bagian bawahnya.

    c.   Masukan garam dapur atau mineral jadi ke dalam ruas bambu sampai penuh.

    d.   Masukkan air kurang lebih setengah gelas ke dalam ruas bambu yang sudah diisi

    garam atau mineral.

    e.   Gantungkan bambu tersebut di dinding kandang.

    AIR MINUM

    Air minum dapat diberikan dengan wadah ember atau tempat yang bersih dan

    diberikan sepanjang hari.

    KANDANG

    Syarat Kandang

    Kandang diusahakan menghadap ke timur agar memenuhi persyaratan kesehatan

    ternak. Bahan yang digunakan harus kuat, murah dan tersedia di lokasi. Kandang dibuat

    panggung dan beratap dengan tempat pakan dan minum. Dinding kandang harus

    mempunyai ventilasi (lubang angin) agar sirkulasi udara lebih baik.

    Kambing sebaiknya dipelihara dalam kandang untuk:

    a.   Memudahkan dalam pengawasan terhadap kambing yang sakit atau yang sedang

    dalam masa kebuntingan.

    b.    Memudahkan dalam pemberian pakan.

    c.    Menjaga keamanan ternak.

    Ukuran Kandang

    -    Anak: 1 X 1,2 m /2 ekor (lepas sapih)

    -    Jantan dewasa: 1,2 X 1,2 m/ ekor

    -    Dara/ Betina dewasa:1 X 1,2 m /ekor

    -    Induk dan anak: 1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak

    KESEHATAN

    Penyakit Cacingan

    Penyebab

    Penyakit cacingan pada kambing dapat disebabkan oleh cacing gilig, pipih dan cacing

    pita.

    Gejala

    Kambing semakin kurus, bulu berdiri dan kusam, nafsu makan berkurang, kambing

    terlihat pucat, kotoran lembek sampai mencret.

    Penanganan

    1.   Obat tradisional

    a.   Daun nanas yang dikeringkan dan dihaluskan, kemudian ditimbang 300 mg untuk 1

    kg berat badan kambing, dicampur air, selanjutnya diminumkan dan diulang 10 hari

    sekali (jangan diberikan pada ternak bunting).

    b.   Daun nanas segar dihilangkan durinya, ditimbang 600 mg untuk 1 kg berat badan

    kambing, kemudian diberikan pada kambing dan diulang 10 hari sekali (jangan

    diberikan pada ternak bunting).

    2.    Obat pabrikan

    Biasanya menggunakan albendazole, valbanzen atau ivermectin yang diulang setiap 3

    bulan sekali.

    Pencegahan

    a.   Jagalah kandang tetap bersih dan kering.

    b.    Buanglah kotoran, sampah dan sisa pakan jauh dari lokasi kandang atau dibuat

    kompos.

    c.    Jangan menggembalakan kambing pada pagi hari dan pada satu area (usahakan

    berpindah-pindah).

    d.    Jangan berikan rumput yang masih berembun.

    e.    Sabitlah rumput 2-3 cm di atas permukaan tanah.

    Penyakit Kudis (Scabies/Kurap)

    Penyebab

    Parasit kulit (Sarcoptes sp)

    Gejala

    a.    Kulit merah dan menebal.

    b.    Gatal dan gelisah, sering menggaruk-garukkan kulit yang terinfeksi pada dinding

    kandang.

    c.     Bulu rontok.

    d.     Bagian tubuh yang sering diserang muka, telinga, pangkal ekor dan leher.

    Penanganan

    1.    Obat tradisional

    a.    Oli 1 cangkir + cuka 1 sendok makan + belerang yang sudah dihaluskan 1 sendok

    makan atau 4 siung bawang merah yang sudah dihaluskan, kemudian semua bahan

    dicampur dan oleskan 2x sehari pada kulit kambing sampai sembuh.

    b.     Belerang dihaluskan 3 sendok makan + 1 sendok makan minyak goreng oleskan 2x

    sehari sampai sembuh.

    2.    Obat pabrikan

    Suntik dengan Ivermectin secara sub cutan (dibawah kulit).

    Pencegahan

    a.   Jauhkan kambing sakit dengan kambing sehat.

    b.    Bersihkan kandang setiap hari, lebih baik lagi menggunakan sabun atau zat pembersih

    kandang.

    c.    Jagalah kebersihan kambing dengan memandikan kambing dengan larutan asumtol

    2%.

    d.     Mencuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan kambing.

    Diare

    Penyebab

    Pakan berjamur atau terlalu muda, bakteri, virus dan protozoa.

    Gejala

    a.    Kotoran encer dan warnanya hijau terang/hijau gelap sampai hijau kekuningan.

    b.    Kambing lemas, bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian.

    c.    Bulu-bulu sekitar dubur kotor akibat kotoran.

    Penanganan

    a.    Pisahkan kambing sakit dari kambing sehat.

    b.    Berikan larutan oralit, larutkan 2 sendok makan garam + 2 sendok makan gula dalam

    2,5 liter air dingin yang sudah dimasak.

    c.    Bila keadaannya tidak membaik segera hubungi petugas kesehatan hewan (dokter

    hewan).

    Pencegahan

    a.    Hindari pemberian pakan yang menyebabkan diare.

    b.    Jagalah kandang tetap bersih.

    Keracunan

    Penyebab

    Tanaman beracun atau tanaman yang tercemar pestisida.

    Gejala

    Mulut berbusa, kejang-kejang, muka kemerahan dan bengkak, diare berdarah, dan

    kematian mendadak.

    Penanganan

    a.    Berikan air kelapa.

    b.    Berikan norit 2-3 tablet.

    c.    Hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan).

    Pencegahan

    a.    Jangan menggembalakan kambing di tempat yang banyak tanaman beracun.

    b.    Jauhkan kambing dari sawah atau ladang yang sedang dipupukan atau disemprot

    pestisida.

    Kembung Perut

    Penyebab

    Gas yang ditimbulkan oleh makanan (rumput muda).

    Gejala

    Perut sebelah kiri membesar, napas pendek dan cepat, tidak mau makan.

    Penanganan

    Berikan larutan gula merah dan asam jawa, keluarkan gas dengan cara mengurut-urut

    perut kambing.

    Pencegahan

    Jangan diberi rumput muda.

    Tips Supaya Produksi Susu Maksimal

    Dalam beternak kambing PE yang berkosentrasi kepada produksi susu, setidaknya

    ada 4 faktor utama yang harus diperhatikan agar supaya hasil susu yang didapat

    bisa maksimal. Ketiga hal tersebut antara lain;

    1.   Usia Kambing,

    Seekor kambing PE akan berproduksi maksimal di usia laktasi ke 3 sampai laktasi

    ke 7. Dibawah laktasi ke 3, produksi susu yang dihasilkan biasanya belum maksimal.

    Hasil terbanyak selama ini kisaran 1 liter/ekor/hari. Sedangkan apabila kambing

    telah mencapai usia diatas 7 kali masa laktasi biasanya hasil yang diperoleh

    juga akan mulai menurun. Hal ini lebih disebabkan karena factor usia pada

    masing-masing ternak. Bagi peternak yang ingin segera mendapatkan hasil

    yang maksimal, maka disarankan untuk membeli kambing pada usia laktasi yang

    ke 2, sehingga tdk akan menunggu waktu terlalu lama untuk bisa mendapatkan

    hasil susu yang maksimal.

     

    2.   Makanan Kambing.

    Selain factor usia pada kambing PE, factor makanan ternyata juga memegang

    peranan sangat penting dalam usaha budidaya ini. Factor makanan memegang

    kendali hampir 90% dari usaha ini. Makanan yang bisa menjadikan hasil susu

    bisa maksimal terdiri dari makanan yang bersifat alami atau makanan

    tambahan (ekstra fooding). Makanan alami biasanya terdiri dari berbagai

    macam daun, yaitu daun Turi, daun dadap, daun pepaya ataupun daun katuk.

    Ketiga daun ini sangat efektif untuk meningkatkan jumlah produksi susu harian

    pada kambing PE. Pemberian daun ini tidak usah terlalu banyak, tetapi harus

    ada disaat pemberian makanan kambing. Selain daun, makanan eksternal

    (ektra fooding) yang bisa mendongkrak produksi susu terdiri dari makanan

    yang memiliki kandungan berprotein tinggi, seperti kedelai, kulit kedelai, ampas

    bir, ampas tahu dan kulit gandum (polard). Semakin banyak pemberian makanan

    ini maka semakin banyak pula jumlah produksi susu yang akan dikeluarkan

    kambing PE. Kambing akan berproduksi susu secara maksimal di usia laktasi hari

    pertama sampai hari ke 60. setelah hari ke 61 maka peningkatan jumlah produksi

    susu akan bersifat lambat dan biasanya hanya akan stabil.

     

    3.    Lokasi Peternakan,

    Kandang diusahakan senyaman mungkin. Atap yang di gunakan tidak boleh

    menggunakan atap seng, karena jika atap yang digunakan adalah atap dari

    seng, maka akan panas di saat siang dan akan bising di saat hujan. Ini akan

    memancing kambing untuk mudah menjadi stress. Kalau kambing stress maka

    hasil yang akan diperoleh juga akan semakin sedikit. Selain factor atap,

    usahakan suasana disekitar kandang juga harus sepi. Hanya petugas pemerah

    saja yang diperbolehkan untuk masuk ke kandang perah. Hal ini tentunya akan

    membuat si kambing bisa beristirahat dengan tenang dan maksimal.

     

    4.   Anak Kandang.

    Peran anak kandang disini memiliki andil yang besar. Anak kandang yang sayang

    ke ternak akan bisa mendongkrak pendapatan susu harian. Selain itu waktu

    perah juga  akan semakin lama. Jika dilakukan dengan benar, seekor kambing

    perah bisa kita perah minimal 1,5 tahun tanpa berhenti, dengan hasil rata-rata

    per ekor per hari bisa mencapai 1,3 sampai 1,6 liter. Disini dituntuk kepiawaian

    si peternak dalam memilih anak kandang. Dibutuhkan rasa sayang ke hewan.

    Terutama disaat proses pemerahan. Pemijatan ambing susu yang bagus diikuti

    rasa sayang akan membuat si kambing merasa nyaman saat diperah. Sehingga

    saat proses pemerahan terjadi, posisi kambing akan merasa nyaman. Ini ditandai

    dengan gunyaman di kambing disaat proses pemerahan terjadi. Kambing tdk

    bergerak apalagi berteriak. Dengan nyamannya si kambing maka kualitas dan

    kuantitas pada proses pemerahan akan menunjukkan hasil yang maksimal.

sumber: http://www.facebook.com/groups/asosiasipepayaindonesia/doc/234246303311706/

About these ads

Perihal INDOAGROW
kami adalah lembaga yang bergerak dalam pengembangan sumberdaya pertanian, menyediakan berbagai macam sarana produksi pertanian, dan konsultasi pertanian alamat : Dukuh Serut Desa Tegalontar Kec Sragi Pekalongan Telepon 081931723043 (WA), 081325666314, 08562813733 email: indoagrow@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: