BUDIDAYA STRAWBERRY

  • BUDIDAYA STRAWBERRY

    ( Fragaria chiloensis L. / F. vesca L. )

  • Stroberi merupakan tanaman buah berupa herba yang ditemukan pertama

    kali di Chili, Amerika. Salah satu spesies tanaman stroberi yaitu Fragaria

    chiloensis L menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia.

    Selanjutnya spesies lain, yaitu F. vesca L. lebih menyebar luas dibandingkan

    spesies lainnya. Jenis stroberi ini pula yang pertama kali masuk ke Indonesia.

    JENIS TANAMAN

    Klasifikasi botani tanaman stroberi adalah sebagai berikut:

    Divisi           :     Spermatophyta

    Sub divisi     :     Angiospermae

    Kelas           :     Dicotyledonae

    Keluarga     :     Rosaceae

    Genus         :     Fragaria

    Spesies       :     Fragaria spp.

    Stroberi yang kita temukan di pasar swalayan adalah hibrida yang dihasilkan

    dari persilangan F. virgiana L. var Duchesne asal Amerika Utara dengan

    F. chiloensis L. var Duchesne asal Chili. Persilangan itu menghasilkan hibrid

    yang merupakan stroberi modern (komersil) Fragaria x annanassa var

    Duchesne.

    Varitas stroberi introduksi yang dapat ditanam di Indonesia adalah Osogrande,

    Pajero, Selva, Ostara, Tenira, Robunda, Bogota, Elvira, Grella dan Red Gantlet.

    Di Cianjur ditanam varitas Hokowaze asal Jepang yang cepat berbuah. Petani

    Lembang (Bandung) yang sejak lama menanam stroberi, menggunakan varitas

    lokal Benggala dan Nenas yang cocok untuk membuat makanan olahan dari

    stroberi seperti jam.

    virgiana

    var Duchesne

    Fragaria x annanassa var Duchesne.

    MANFAAT TANAMAN

    Buah stroberi dimanfaatkan sebagai makanan dalam keadaan segar atau

    olahannya. Produk makanan yang terbuat dari stroberi telah banyak dikenal

    misalnya sirup, jam, ataupun stup (compote) stroberi.

    SENTRA PENANAMAN

    Dapat dikatakan bahwa budidaya stroberi belum banyak dikenal dan diminati.

    Karena memerlukan temperatur rendah, budidaya di Indonesia harus

    dilakukan di dataran tinggi. Lembang dan Cianjur (Jawa Barat) adalah daerah

    sentra pertanian di mana petani sudah mulai banyak membudidayakan stroberi.

    Dapat dikatakan bahwa untuk saat ini, kedua wilayah tersebut adalah sentra

    penanaman stroberi.

    SYARAT PERTUMBUHAN

    Iklim

    1)   Tanaman stroberi dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan

    600-700 mm/tahun.

    2)   Lamanya penyinaran cahaya matahari yang dibutuhkan dalam pertumbuhan

    adalah 8–10 jam setiap harinya.

    3)   Stroberi adalah tanaman subtropis yang dapat beradaptasi dengan baik di

    dataran tinggi tropis yang memiliki temperatur 17–20 derajat C.

    4)   Kelembaban udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman stroberi antara

    80-90%.

    Media Tanam

    1)   Jika ditanam di kebun, tanah yang dibutuhkan adalah tanah liat berpasir,

    subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, tata air dan udara baik.

    2)   Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang ideal untuk budidaya stroberi di

    kebun adalah 5.4-7.0, sedangkan untuk budidaya di pot adalah 6.5–7,0.

    3)   Jika ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yang disyaratkan adalah

    50-100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam di dalam pot, media harus

    memiliki sifat poros, mudah merembeskan airdan unsur hara selalu tersedia.

    Ketinggian Tempat

    Ketinggian tempat yang memenuhi syarat iklim tersebut adalah 1.000-1.500

    meter dpl.

    PEDOMAN BUDIDAYA

    Pembibitan

    Stroberi diperbanyak dengan biji dan bibit vegetatif (anakan dan stolon atau

    akar sulur). Adapun kebutuhan bibit per hektar antara 40.000-83.350.

    1)   Perbanyakan dengan biji

    1.   Benih dibeli dari toko pertanian, rendam benih di dalam air selama 15

    menit lalu keringanginkan.

    2.   Kotak persemaian berupa kotak kayu atau plastik, diisi dengan media

    berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (kompos) halus

    yang bersih (1:1:1). Benih disemaikan merata di atas media dan tutup

    dengan tanah tipis. Kotak semai ditutup dengan plastik atau kaca bening

    dan disimpan pada temperatur 18-20 derajat C.

    3.   Persemaian disiram setiap hari, setelah bibit berdaun dua helai siap

    dipindah tanam ke bedeng sapih dengan jarak antar bibit 2-3 cm. Media

    tanam bedeng sapih sama dengan media persemaian. Bedengan dinaungi

    dengan plastik bening. Selama di dalam bedengan, bibit diberi pupuk daun.

    Setelah berukuran 10 cm dan tanaman telah merumpun, bibit dipindahkan

    ke kebun.

    2)   Bibit vegetatif untuk budidaya stroberi di kebun

    Tanaman induk yang dipilih harus berumur 1-2 tahun, sehat dan produktif.

    Penyiapan bibit anakan dan stolon adalah sebagai berikut:

    1.   Bibit anakan

    Rumpun dibongkar dengan cangkul, tanaman induk dibagi menjadi

    beberapa bagian yang sedikitnya mengandung 1 anakan. Setiap anakan

    ditanam dalam polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir dan pupuk

    kandang halus (1:1:1), simpan di bedeng persemaian beratap plastik.

    2.    Bibit stolon

    Rumpun yang dipilih telah memiliki akar sulur pertama dan kedua. Kedua akar

    sulur ini dipotong. Bibit ditanam di dalam atau polibag 18 x 15 cm berisi

    campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Setelah tingginya 10 cm

    dan berdaun rimbun, bibit siap dipindahkan ke kebun.

    3)   Bibit untuk budidaya stroberi di polibag

    Pembibitan dari benih atau anakan/stolon dilakukan dengan cara yang

    sama, tetapi media tanam  berupa campuran gabah padi dan pupuk

    kandang (2:1).

    Setelah bibit di persemaian berdaun dua atau bibit dari anakan/stolon di

    polibag kecil (18 x15) siap pindah, bibit dipindahkan ke polibag besar ukuran

    30 x 20 cm berisi media yang sama. Di polibag ini bibit dipelihara sampai

    menghasilkan.

    Pengolahan Media Tanam

    1)   Budidaya di Kebun Tanpa Mulsa Plastik

    a)   Di awal musim hujan, lahan diolah dengan baik sedalam 30-40 cm.

    b)   Keringanginkan selama 15-30 hari.

    c)   Buat bedengan: lebar 80 x 100 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan

    dengan lahan, jarak antar bedengan 40 x 60 cm atau guludan: lebar

    40 x 60 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak

    antar guludan 40 x 60 cm.

    d)   Taburkan 20-30 ton/ha pupuk kandang/kompos secara merata di permukaan

    bedengan/ guludan.

    e)   Biarkan bedengan/guludan selama 15 hari.

    f)    Buat lubang tanam dengan jarak 40 x 30 cm, 50 x 50 cm atau 50 x 40 cm.

    2)   Budidaya di Kebun Dengan Mulsa Plastik.

    a)   Di awal musim hujan, lahan diolah dengan baik dan keringanginkan

    15-30 hari.

    b)   Buatlah bedengan: lebar 80 x 120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang

    disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm atau guludan:

    lebar bawah 60 cm, lebar atas 40 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan

    dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm.

    c)   Keringanginkan 15 hari.

    d)   Taburkan dan campurkan dengan tanah bedengan/guludan 200 kg urea,

    250 kg SP-36 dan 100 kg/ha KCl.

    e)   Siram hingga lembab.

    f)    Pasang mulsa plastik hitam atau hitam perak menutupi bedengan/guludan

    dan kuatkan ujung-ujungnya dengan bantuan bambu berbentuk U.

    g)   Buat lubang di atas plastik seukuran alas kaleng bekas susu kental manis.

    Jarak antar lubang dalam barisan 30, 40 atau 50 cm, sehingga jarak tanam

    menjadi 40 x 30, 50 x 50 atau 50 x 40 cm.

    h)   Buat lubang tanam di atas lubang mulsa tadi.

    3)   Pengapuran

    Bila tanah masam, 2-4 ton/ha kapur kalsit/dolomit ditebarkan di atas

    bedengan/guludan lalu dicampur merata. Pengapuran dilakukan segera

    setelah bedengan/guludan selesai dibuat.

    Teknik Penanaman

    1)   Siram polybag berisi bibit dan keluarkan bibit bersama media tanamnya dengan

    hati-hati.

    2)   Tanam satu bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar pangkal batang.

    3)   Untuk tanaman tanpa mulsa, beri pupuk dasar sebanyak 1/3 dari dosis pupuk

    anjuran (dosis anjuran 200 kg/ha Urea, 250 kg SP-36 dan 150 kg/ha KCl). Pupuk

    diberikan di dalam lubang sejauh 15 cm di kiri-kanan tanaman.

    4)   Sirami tanah di sekitar pangkal batang sampai lembab.

    Pemeliharaan Tanaman

    1)   Penyulaman

    Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari setelah tanam.

    Tanaman yang disulam adalah yang mati atau tumbuh abnormal.

    2)   Penyiangan

    Penyiangan dilakukan pada pertanaman stroberi tanpa ataupun dengan mulsa

    plastik. Mulsa yang berada di antara barisan/bedengan dicabut dan dibenamkan

    ke dalam tanah. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan gulma,

    biasanya dilakukan bersama pemupukan susulan.

    3)   Perempelan/Pemangkasan

    Tanaman yang terlalu rimbun, terlalu banyak daun harus dipangkas.

    Pemangkasan dilakukan teratur terutama membuang daun-daun tua/rusak.

    Tanaman stroberi diremajakan setiap 2 tahun.

    4)   Pemupukan

    a)   Pertanaman tanpa mulsa: Pupuk susulan diberikan 1,5-2 bulan setelah

    tanam  sebanyak 2/3 dosis anjuran. Pemberian dengan cara ditabur

    dalam larikan dangkal di antara barisan, kemudian ditutup tanah.

    b)   Pertanaman dengan mulsa: Pupuk susulan ditambahkan jika pertumbuhan

    kurang baik. Campuran urea, SP-36 dan KCl (1:2:1,5) sebanyak 5 kg

    dilarutkan dalam 200 liter air. Setiap tanaman disiram dengan 350-500 cc

    larutan pupuk.

    5)   Pengairan dan Penyiraman

    Sampai tanaman berumur 2 minggu, penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Setelah

    itu penyiraman dikurangi berangsur-angsur dengan syarat tanah tidak

    mengering.

    Pengairan bisa dengan disiram atau menjanuhi parit antar bedengan dengan air.

    6)   Pemasangan Mulsa Kering

    Mulsa kering dipasang seawal mungkin setelah tanam pada bedengan/ guludan

    yang tidak memakai mulsa plastik. Jerami atau rumput kering setebal 3–5 cm

    dihamparkan di permukaan bedengan/guludan dan antara barisan tanaman.

    HAMA DAN PENYAKIT

    Hama

    1)   Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii)

    Kutu berwarna kuning-kuning kemerahan, kecil (1-2 mm), hidup bergerombol di

    permukaan bawah daun.

    Gejala: pucuk/daun keriput, keriting, pembentukan bunga/buah terhambat.

    Pengendalian: dengan insektisida Fastac 15 EC dan Confidor 200 LC.

    2)   Tungau (Tetranychus sp. dan Tarsonemus sp.)

    Tungau berukuran sangat kecil, betina berbentuk oval, jantan berbentuk agak

    segi tiga dan telur kemerah-merahan.

    Gejala: daun berbercak kuning sampai coklat, keriting, mengering dan gugur.

    Pengendalian: dengan insektisida Omite 570 EC, Mitac 200 EC atau

    Agrimec 18 EC.

    3)   Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar

    (Otiorhynchus rugosostriatus) dan kumbang penggerek batang (O. sulcatus).

    Gejala: di bagian tanaman yang digerek terdapat tepung.

    Pengendalian:       dengan insektisida Decis 2,5 EC, Perfekthion 400 EC atau

    Curacron 500 EC pada waktu menjelang fase berbunga.

    4)   Kutu putih (Pseudococcus sp.)

    Gejala: bagian tanaman yang tertutupi kutu putih akan menjadi abnormal.

    Pengendalian: kimia dengan insektisida Perfekthion 400 EC atau Decis 2,5 EC.

    5)   Nematoda (Aphelenchoides fragariae atau A. ritzemabosi)

    Hidup di pangkal batang bahkan sampai pucuk tanaman.

    Gejala: tanaman tumbuh kerdil, tangkai daun kurus dan kurang berbulu.

    Pengendalian: dengan nematisida Trimaton 370 AS, Rugby 10 G atau

    Nemacur 10 G.

    Penyakit

    1)   Kapang kelabu (Botrytis cinerea)

    Gejala: bagian buah membusuk dan berwarna coklat lalu mengering.

    Pengendalian: dengan fungisida Benlate atau Grosid 50 SD.

    2)   Busuk buah matang (Colletotrichum fragariae Brooks)

    Gejala:     buah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat muda dan

    buah dipenuhi massa spora berwarna merah jambu.

    Pengendalian:       dengan fungisida berbahan aktif tembaga seperti

    Kocide 80 AS, Funguran 82 WP, Cupravit OB 21.

    3)   Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer).

    Gejala:

    (1) buah busuk, berair, berwarna coklat muda dan bila ditekan akan

    mengeluarkan cairan keruh;

    (2) di tempat penyimpanan, buah yang terinfeksi akan tertutup miselium jamur

    berwarna putih dan spora hitam.

    Pengendalian:       membuang buah yang sakit, pasca panen yang baik dan

    budidaya dengan mulsa plastik.

    4)   Empulur merah (Phytophthora fragariae Hickman)

    Gejala:     jamur menyerang akar sehingga tanaman tumbuh kerdil, daun tidak

    segar, kadang-kadang layu terutama siang hari.

    5)   Embun tepung (Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator).

    Gejala:     bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis

    seperti tepung, bunga akan mengering dan gugur.

    Pengendalian: dengan fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC.

    6)   Daun gosong (Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae)

    Gejala: Daun berbercak bulat telur sampai bersudut tidak teratur, berwarna

    ungu tua.

    Pengendalian kimia dengan fungisida Dithane M-45 atau Antracol 70 WP.

    7)   Bercak daun

    Penyebab:

    (1) Ramularia tulasnii atau Mycosphaerella fragariae,

    Gejala:     bercak kecil ungu tua pada daun. Pusat bercak berwarna coklat

    yang akan berubah menjadi putih;

    (2) Pestalotiopsis disseminata,

    Gejala:     bercak bulat pada daun. Pusat bercak berwarna coklat tua

    dikelilingi bagian tepi berwarna coklat kemerahan atau

    kekuningan, daun mudah gugur;

    (3) Rhizoctonia solani,

    Gejala:     bercak coklat-hitam besar pada daun.

    Pengendalian       kimia dengan fungisida bahan aktif tembaga seperti

    Funguran 82 WP, Kocide 77 WP atau Cupravit OB 21.

    8)   Busuk daun (Phomopsis obscurans).

    Gejala:        noda bula berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu,

    kemudian noda membentuk luka mirip huruf V.

    Pengendalian: dengan Dithane M-45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 WP.

    9)   Layu vertisillium (Verticillium dahliae)

    Gejala:     daun terinfeksi berwarna kekuning-kuningan hingga coklat, layu dan

    tanaman mati.

    Pengendalian: melalui fumigasi gas dengan Basamid-G.

    10) Virus

    Ditularkan melalui serangga aphids atau tungau.

    Gejala:     terjadi perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning (khlorosis)

    sepanjang tulang daun atau totol-totol (motle), daun jadi keriput,

    kaku, tanaman kerdil.

    Pengendalian:    menggunakan bibit bebas virus, menghancurkan tanaman

    terserang, menyemprot pestisida untuk mengendalikan

    serangga pembawa virus.

    Pencegahan hama dan penyakit umumnya dapat dilakukan dengan menjaga

    kebersihan kebun/tanaman, menanam secara serempak (untuk memutus siklus

    hidup), menanam bibit yang sehat, memberikan pupuk sesuai anjuran sehingga

    tanaman tumbuh sehat, melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan

    keluarga Rosaceae dan memangkas bagian tanaman/mencabut tanaman yang

    sakit.

    Membudidayakan stroberi dengan mulsa plastik juga akan menekan pertumbuhan

    hama/penyakit. Khusus untuk penyakit, perbaikan drainase biasanya dapat

    menurunkan serangan.

    PANEN

    Tanaman asal stolon dan anakan mulai berbung ketika berumur 2 bulan setelah

    tanam. Bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan,

    bunga dibiarkan tumbuh menjadi buah. Periode pembungaan dan pembuahan

    dapat berlangsung selama 2 tahun tanpa henti.

    1.   Ciri dan Umur Panen

    1)   Buah sudah agak kenyal dan agak empuk.

    2)   Kulit buah didominasi warna merah: hijau kemerahan hingga kuning

    kemerahan.

    3)   Buah berumur 2 minggu sejak pembungaan atau 10 hari setelah awal

    pembentukan buah.

    2.   Cara Panen

    Panen dilakukan dengan menggunting bagian tangkai bunga dengan

    kelopaknya. Panen dilakukan dua kali seminggu.

    3.   Perkiraan Produksi

    Produktivitas tanaman stroberi tergantung dari varietas dan teknik budidaya:

    a)   Varitas Osogrande: 1,2 kg/tanaman/tahun.

    b)   Varitas Pajero: 0,8 kg/tanaman/tahun.

    c)   Varitas Selva: 0,6-0,7 kg/tanaman/tahun.

    Teknik budidaya stroberi dengan naungan UV memberikan hasil

    1-1,25 kg/tanaman/tahun.

    PASCAPANEN

     Pengumpulan

    Buah disimpan dalam suatu wadah dengan hati-hati agar tidak memar, simpan

    di tempat teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan hasil. Hamparkan

    buah di atas lantai beralas terpal/plastik. Cuci buah dengan air mengalir dan

    tiriskan di atas rak-rak penyimpanan.

    Penyortiran dan Penggolongan

    Pisahkan buah yang rusak dari buah yang baik. Penyortiran buah berdasarkan

    pada varietas, warna, ukuran dan bentuk buah. Terdapat 3 kelas kualitas buah

    yaitu:

    a)   Kelas Ekstra:

    (1) buah berukuran 20-30 mm atau tergantung spesies;

    (2) warna dan kematangan buah seragam.

    b)   Kelas I:

    (1) buah berukuran 15-25 mm atau tergantung spesies;

    (2) bentuk dan warna buah bervariasi.

    c)   Kelas II:

    (1) tidak ada batasan ukuran buah;

    (2) sisa seleksi kelas ekstra dan kelas I yang masih dalam keadaan baik.

    Pengemasan dan Penyimpanan

    Buah dikemas di dalam wadah plastik transparan atau putih kapasitas 0,25-0,5 kg

    dan ditutup dengan plastik lembar polietilen. Penyimpanan dilakukan di rak dalam

    lemari pendingin 0-1 derajat C.

    Gambaran Peluang Agribisnis

    Buah stroberi enak rasanya, harum dan sangat menarik dipandang, jadi pertanaman

    stroberi bisa atau berpotensi dijadikan kawasan agrowisata dimana pengunjung

    dapat memetik langsung buah di bawah pengawasan.

    STANDAR PRODUKSI

     

    Ruang Lingkup

    Standard ini meliputi klasifikasi/penggolongan dan syarat mutu, cara pengambilan

    contoh, cara uji, syarat penandaan dan cara pengemasan.

    Klasifikasi dan Standar Mutu

    Berdasarkan ukurannya, stroberi diklasifikasikan menjadi 4 kelas yaitu:

    Kelas AA: > 20 gram/buah

    Kelas A : 11-20 gram/buah

    Kelas B : 7-12 gram/buah

    Kelas C1 : 7-8 gram/buah

    Kualitas stroberi ditentukan oleh rasa (manis-agak asam-asam), kemulusan kulit

    dan luka mekanis akibat benturan atau hama-penyakit.

    Pengambilan Contoh

    Satu partai/lot buah stroberi terdiri dari maksimum 1.000 kemasan. Contoh diambil

    secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 (satu) partai/lot.

    a)   Jumlah kemasan dalam partai/lot 1 s/d 5, contoh pengambilan semua

    b)   Jumlah kemasan dalam partai/lot 6 s/d 100, contoh pengambilan

    sekurang kurangnya 5

    c)   Jumlah kemasan dalam partai/lot 101 s/d 300, contoh pengambilan

    sekurang kurangnya 7

    d)   Jumlah kemasan dalam partai/lot 301 s/d 500, contoh pengambilan

    Sekurang kurangnya 9

    e)   Jumlah kemasan dalam partai/lot 501 s/d 1000, contoh pengambilan

    sekurang kurangnya 10

    Petugas pengambil contoh harus orang yang memenuhi persyaratan yaitu orang

    yang telah berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan

    suatu badan hukum.

    Pengemasan

    Buah stroberi segar disajikan dalam bentuk lepasan, dibungkus bahan kertas,

    aring plastik atau bahan laian yang sesuai, lalu dikemas dengan keranjang bambu

    atau kotak karton/kayu/bahan lain yang sesuai dengan atau tanpa penyangga,

    dengan berat bersih maksimum 10 kg.

    Pada bagian luar kemasan, diberi label yang bertuliskan antara lain :

    a)   Produksi Indonesia.

    b)   Nama barang/kultivar.

    c)   Golongan ukuran.

    d)   Jenis mutu.

    e)   Nama Pprusahaan/eksportir.

    f)    Berat bersih/kotor.

    Budidaya stroberi dalam pot

    Syarat Tumbuh

    Tanaman stroberi mempunyai kemampuan beradaptasi cukup luas dengan kondisi

    iklim sebagai berikut :

    1. Suhu udara optimum 17 – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 – 5 C.

    2. Kelembaban udara (RH) 80 – 90%.

    3. Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari.

    4. Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.

    Penyiapan medium tanam

    Komposisi bahan medium tanam yang biasa digunakan adalah :

    a. Campuran tanah dari bawah pohon pinus, humus, daun lamtoro dan pupuk

    kandang dengan perbandingan 2:1:1.

    b. Campuran tanah lapisan atas, pasir dan humus dengan perbandingan

    1:1:1. c. Campuran tanah, pasir, humus dan pupuk kandang dengan

    perbandingan 1:1:1:1.

    d. Campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.

    Pengisian medium tanam ke dalam pot

    Cara-cara pengisian medium tanam ke dalam pot atau wadah tanam adalah :

    a. Siapkan alat dan bahan, terdiri atas pot (wadah tanam), pecahan bata

    merah (genting), gembor (emrat), medium tanam, serta sarana penunjang

    lainnya.

    b. Masukkan selapis pecahan bata merah (genting) ke dasar pot.

    c. Masukkan medium tanam ke dalam pot hingga hampir penuh.

    d. Siram medium tanam dalam pot tersebut dengan air bersih hingga keadaan

    mediumnya cukup basah.

    Penyiapan bibit dan penanaman

    Tata cara penanaman bibit tanaman stroberi ke dalam pot adalah sebagai berikut:

    a) Siram medium tanam bibit tanaman dengan air bersih hingga keadaannya

    cukup basah.

    b) Keluarkan bibit lengkap bersama akar dan medium tanamnya dengan cara

    menyobek (menggunting) polybag.

    c) Buat lubang tanam dalam pot dengan cara menggali (mengambil) sebagian

    medium tanamnya.

    d) Tanamkan bibit tepat di tengah pot pada posisi tegak, kemudian timbun bagian

    pangkal batang tanaman dengan medium tanam sambil dipadatkan secara

    pelan-pelan.

    e) Siram medium tanam dalam pot dengan air bersih hingga keadaan mediumnya

    cukup basah (lembab).

    f) Simpan pot di tempat yang teduh dan lembab selama 7 – 15 hari agar tanaman

    segar kembali.

    Pemeliharaan tanaman

    Penempatan pot harus memperhatikan kondisi lingkungan tumbuh yang ideal dan

    serasi dengan keadaan sekitarnya. Dan yang lebih penting bahwa tanaman harus

    mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis.

    Pemupukan

    seminggu setelah tanam perlu dilakukan pemupukan. Jenis dan takaran pupuk

    terdiri atas Urea 2 sendok teh + TSP setengah sendok teh + KCL setengah sendok

    teh per pot. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 1 – 2 bulan

    setelah tanam dengan Urea setengah sendok teh + TSP 1 sendok teh + KCL 1

    sendok teh per pot.

    Panen

    Tanaman dari stolon dan anakan mulai berbunga ketika berumur 2 bulan setelah

    tanam, namun bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur

    4 bulan bunga dibiarkan tumbuh menjadi buah, periode pembungaan dan

    pembuahan dapat berlangsung selama 2 tahun.

    Ciri-ciri buah yang sudah bisa di panen adalah :

    1. buah sudah agak kenyal dan agak empuk;

    2. kulit buah didominasi warna merah 50 -75 % warna merah;

    3. buah berumur 2 minggu sejak pembungaan

sumber: http://www.facebook.com/groups/asosiasipepayaindonesia/doc/249481058454897/

About these ads

Perihal INDOAGROW
kami membantu pihak-pihak yang ingin berbisnis dalam bidang agribisnis. Pengalaman dan Tim kami mampu mesukseskan sebuah proyek agribisnis dengan baik. saat ini kami sedang gencar mengembangkan investasi Jabon (Anthochepallus cadamba) di beberapa daerah. Perpaduan jabon dan komoditas-komoditas agribisnis lain menjanjikan keuntungan ekonomis dan ekologis yang besar. selain itu, kami juga bergerak dalam bidang trading komoditas agribisnis. Aneka produk agro berkualitas kami perdagangkan demi kemajuan agribisnis Indonesia. lebih lanjut bisa menghubungi: CV indoAgrow Manajemen dan Tradding Agribisnis Jl UKDW 11 Seturan Depok Sleman Yogyakarta Telepon 081931723043/081328876164 email: indoagrow@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: