BUDIDAYA SEMANGKA

BUDIDAYA SEMANGKA

Citrullus vulgaris

Semangka atau tembikai (Citrullus lanatus, suku ketimun-ketimunan atau

Cucurbitaceae) adalah tanaman merambat yang berasal dari daerah setengah

gurun di Afrika bagian selatan. Tanaman ini masih sekerabat dengan labu-labuan

(Cucurbitaceae), melon (Cucumis melo) dan ketimun (Cucumis sativus).

Semangka biasa dipanen buahnya untuk dimakan segar atau dibuat jus.

Sebagaimana anggota suku ketimun-ketimunan lainnya, habitus tanaman ini

merambat namun ia tidak dapat membentuk akar adventif dan tidak dapat

memanjat, jangkauan rambatan dapat mencapai belasan meter.

Daunnya berlekuk-lekuk di tepinya. Bunganya sempurna, berwarna kuning, kecil

(diameter 3cm). Semangka adalah andromonoecious monoklin, yaitu memiliki dua

jenis bunga pada satu tumbuhan: bunga jantan, yang hanya memiliki benang sari

(stamen), dan bunga banci/hermafrodit, yang memiliki benang sari dan putik

(pistillum). Bunga banci dapat dikenali dari adanya bakal buah (ovarium) di bagian

pangkal bunga berupa pembesaran berbentuk oval.

Buah semangka memiliki kulit yang keras, berwarna hijau pekat atau hijau muda

dengan larik-larik hijau tua. Tergantung kultivarnya, daging buahnya yang berair

berwarna merah atau kuning.

Tanaman ini cukup tahan akan kekeringan terutama apabila telah memasuki masa

pembentukan buah.

 

Kerajaan: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Cucurbitales

Famili: Cucurbitaceae

Genus: Citrullus

Spesies: C. lanatus

 

Khasiat dan Manfaat Buah Semangka untuk Kesehatan

1.   Manfaat buah semangka adalah dapat membantu bagi Anda

yang sedang menjalani diet. Semangka merupakan buah yang bebas

dari lemak. Kadar gula yang terkandung dalam semangka juga terbatas,

namun memiliki kadar air yang melimpah.

2.   Buah semangka memiliki zat kalium dan kadar air dalam jumlah tinggi.

Kandungan air dan kalium tersebut dapat membantu menetralkan tekanan

darah.

3.   Buah semangka juga dapat memperkuat kinerja jantung dan memperkuat

sistem pertahanan tubuh karena semangka juga mengandung antioksidan

dan vitamin C.

4.   Banyak pendapat yang menyatakan bahwa semangka mampu melawan

penyakit kanker. Hal tersebut dikarenakan semangka memiliki kandungan

likopen yang merupakan zat karotenoid. Zat likopen ini sangat kuat untuk

melawan penyakit kanker.

Penyakit kanker yang menyerang manusia dapat terjadi akibat radikal bebas,

polusi, pikiran negatif, pola makan yang buruk, dan menurunnya sistem

kekebalan tubuh. Zat likopen dari semangka dapat mengatasi serangan-

serangan tersebut. Selain untuk anti kanker, zat likopen dalam semangka

juga dapat membuat wajah telihat segar, bercahaya, dan tampak awet muda.

5.   Buah semangka dapat memenuhi kebutuhan vitamin C untuk tubuh karena

kandungan vitamin C dalam buah semangka sangat tinggi.

6.    Buah semangka dapat membantu menjaga kesehatan mata karena memiliki

kandungan provitamin A.

7.    Buah semangka baik untuk orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi karena

buah ini dapat mengurangi dan membantu mengeluarkan kadar kolesterol dari

tubuh manusia.

8.    Buah semangka sangat baik untuk mencegah dan mengobati penyakit jantung.

Jadi bagi Anda yang menderita serangan jantung, cobalah mengonsumsi buah

semangka secara rutin setiap hari.

 

EKOLOGI

 

Ketinggian Tempat Tanam

Ketinggian 100-400 meter di atas permukaan laut (dpl) cocok untuk menanam

tanaman semangka. Namun, saat ini sudah ada beberapa varietas semangka yang

cocok ditanam di dataran tinggi hingga 900 meter dpl.

 

Keadaan Tanah

Semangka sebaiknya ditanam di lahan bertekstur remah atau gembur, subur dan

banyak mengandung unsur hara. Semangka membutuhkan tanah dengan

keasaman (pH) berkisar 5-7. Penetralan tanah dilakukan dengan pengapuran.

 

Sinar Matahari

Tanaman semangka membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhannya.

Lahan penanaman sebaiknya tidak tertutupi naungan atau tanaman lain yang

dapat menghalangi pancaran sinar matahari.

 

Suhu

Suhu ideal untuk pertumbuhan semangka, baik pertumbuhan vegetatif maupun

generatif adalah 24-30oC. Perbedaan suhu ekstrim antara siang dan malam

dapat mengganggu pertumbuhan semangka.

 

Curah Hujan

Curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan semangka berkisar antara 40-50 mm

per bulan. Curah hujan yang tinggi dapat menimbulkan serangan berbagai

penyakit, baik yang disebabkan oleh bakteri maupun cendawan.

 

 

JENIS-JENIS SEMANGKA

 

Di Indonesia dikenal dua jenis semangka, yaitu semangka lokal dan semangka

introduksi atau semangka hibrida. Berdasarkan bijinya, ada semangka berbiji

dan semangka non biji.

 

Semangka Lokal

a.     Semangka Sengkaling

Berasal dari daerah Sengkaling, Malang, Jawa Timur. Berbentuk oval

dan memiliki garis tipis memanjang berwarna hijau tua. Daging buah

semangka ini berwarna merah cerah, rasanya manis, dan berbiji banyak.

Sengkaling merupakan semangka open polineted (semangka yang tidak

berubah kualitasnya bila bijinya ditanam kembali).

 

b.    Semangka Bojonegoro

Berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur. Kulit buah berwarna hijau tua dan

bergaris, berdaging merah jingga, rasanya kurang manis. Biji semangka ini

banyak, berkulit tipis, dan berdaging tebal, sehingga banyak digunakan

untuk pembuatan kuaci.

 

Semangka Hibrida

a.     Sweet Beauty

Salah satu semangka unggulan Know You Seed. Beratnya 3-4 kg. Kulitnya

berwarna hijau muda, dengan belang hijau tua yang memanjang dari

pangkal hingga ujung buah.  Kulit buah semangka ini tebal, sehingga

tahan dalam pengangkutan dan penyimpanan. Daging buah berwarna

merah, dengan kandungan gula 12-14%. Semangka Sweet Beauty dipanen

pada umur 80-85 hari sejak ditanam di lahan.

 

b.      Golden Crown

Diproduksi oleh Know You Seed. Berbentuk bulat memanjang, kulitnya

berwarna kuning cerah dan daging buah berwarna merah, dengan

kandungan gula sekitar 12%, dan berbiji kecil.

 

c.      New Dragon

Semangka New Dragon berasal dari Taiwan. Semangka dengan bentuk

bulat memanjang ini memiliki ukuran yang besar. Beratnya bisa mencapai 9 kg.

Kulit buah tebal dan tahan kerusakan. Daging buahnya renyah, berair banyak

dan rasanya sangat manis. Varietas ini mudah beradaptasi dengan berbagai

jenis tanah dan tahan terhadap serangan CMV (cucumber mosaic virus).

 

d.      Farmer Giant

Sesuai namanya, ukuran semangka ini besar sampai mencapai 12 kg. Kulit

buah tebal dan keras. Daging buah merah menyala, manis, tekstur renyah.

Farmer Giant relatif tahan terhadap CMV.

 

e.     Yellow Baby

Semangka ini berbentuk oval dan memiliki diameter buah sekitar 15 cm dan

berat sekitar 4 kg. Kulit buah berwarna hijau muda menyala dengan corak

memanjang berwarna hijau gelap. Sesuai warnanya, daging buah semangka

ini berwarna kuning. Rasanya sangat manis dan renyah.

 

f.      Quality

Quality merupakan salah satu semangka unggul tanpa biji. Beratnya mencapai

7,5 kg. Semangka ini berbentuk bulat, warna kulit hijau agak kebiruan denga

corak berwarna hijau tua. Daging buahnya berwarna merah, rasanya sangat

manis dan renyah. Kulit buah semangka Quality tebal sehingga memungkinkan

untuk tahan pengiriman jarak jauh dan penyimpanan.

 

PERSIAPAN BUDI DAYA

 

Pembukaan Lahan

Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu,

sisa-sisa tanaman sela, ataupun tanaman palawija musim tanam sebelumnya.

Hindari penggunaan lahan bekas panen tanaman Solanacearum, seperti cabai

atau tomat. Hal ini untuk mencegah serangan cendawan Fusarium dan bakteri

Pseudomonas. Kedua penyakit ini mampu bertahan didalam tanah hingga dua

tahun, sehingga dapat menyerang tanaman semangka.

 

Pencangkulan dan Pembersihan Lahan

Pencangkulan dilakukan hingga kedalaman sekitar 30 cm. Lahan dicangkul agar

strukturnya menjadi gembur. Setelah dicangkul, lahan dibiarkan sekitar satu minggu.

 

Pembuatan Bedengan dan Pengapuran

Bedengan dibuat untuk memaksimalkan hasil panen dan mengurangi serangan

hama serta penyakit, terutama penularan penyakit antar tanaman. Bedengan

dibuat dengan lebar 120 cm dan panjang maksimum 12 m. Tinggi ideal bedengan

40 cm. Pada musim hujan tinggi, bedengan bisa dinaikkan hingga 60 cm. Jarak

ideal antar bedeng adalah 60 cm. Bedengan sebaiknya dibuat sejajar dengan

arah sinar matahari, yaitu memanjang dari arah Timur ke Barat.

Pengapuran dapat dilakukan saat membuat bedengan. Kapur yang digunakan

sebaiknya kapur pertanian (dolomit). Pengapuran dilakukan dengan cara

menyebarkan di permukaan bedengan, kemudian bedengan dicangkul kembali

hingga kapur tercampur merata dengan media tanam. Dosis rata-rata kapur

yang diberikan di Pulau Jawa adalah 1,5 ton per hektar.

 

Pemupukan Awal

Pemupukan awal dilakukan sebelum bibit semangka ditanam di bedengan.

Hal ini dilakukan karena pada awal pertumbuhannya, tanaman semangka

membutuhkan unsur hara lengkap. Pupuk awal yang diberikan berupa pupuk

kandang dari kotoran ternak dan pupuk buatan atau pupuk kimia berupa NPK,

atau campuran antara Urea, ZA, SP36, dan KCl.

Pemupukan menggunakan pupuk kandang sebaiknya dilakukan dua minggu

sebelum penanaman. Pupuk yang digunakan bisa berupa kotoran sapi, kerbau,

kambing, ataupun kotoran ayam. Perlu diperhatikan bahwa kotoran ternak

yang digunakan adalah yang sudah matang atau sudah jadi pupuk. Pupuk

kandang yang sudah jadi tidak berbau dan suhunya sekitar 30oC. Sebaliknya,

pupuk kandang yang belum jadi masih memiliki bau yang menyengat dan

bersuhu tinggi. Pemakaian pupuk kandang mentah dapat merusak akar tanaman,

bahkan dapat membuat bibit tanaman mati.

Budidaya semangka intensif menggunakan ajir memerlukan pupuk kandang

sebanyak 1,5 kg per tanaman. Teknik pemberian pupuk yang ideal untuk

penanaman dengan sistem mulsa adalah dengan menebarkan pupuk di lahan

bedengan secara merata, kemudian tanah bedengan diaduk menggunakan

cangkul sampai pupuk tercampur merata. Takaran pupuk mengikuti pola dan

jarak tanam yang digunakan. Bila pola penanaman berjajar dua baris dalam

satu bedeng dengan jarak dalam baris 90 cm, tiap jarak 90 cm ditebarkan 3 kg

pupuk kandang.

Pupuk kimia yang digunakan untuk pemupukan awal tanaman semangka adala

h Urea, ZA, SP36, KCl, dan Borat. Selain itu, bisa juga ditambahkan pestisida

seperti Furadan atau Indofuran. Budidaya semangka secara intensif

membutuhkan pupuk Urea 14 gram, ZA 36 gram, SP36 26 gram, KCl 22 gram,

Borat 1 gram, dan Furadan atau Indofuran sebanyak 5 gram per tanaman.

Pemberian pupuk kimia pada budidaya tanaman semangka dengan menggunakan

mulsa dilakukan tepat sebelum pemasangan mulsa. Waktunya satu minggu setelah

pemberian  pupuk kandang atau satu minggu sebelum penanaman. Pemberian

pupuk kimia dilakukan dengan cara ditaburkan di atas permukaan bedengan

dengan dosis 200 gram campuran pupuk per 90 cm panjang bedengan. Setelah

pupuk ditaburkan, bedengan dicangkul hingga pupuk tercampur rata dengan

tanah.

Kemudian bedengan disiram dan dipasangi mulsa plastik.

 

Pemasangan Mulsa

Mulsa yang biasa digunakan dalam penanaman semangka adalah mulsa jerami atau

mulsa plastik hitam perak (MPHP). Warna perak yang terdapat pada permukaan

atas mulsa dapat memantulkan sinar untraviolet ke permukaan bawah daun, yang

biasanya ditempati oleh berbagai hama, seperti aphid, thrips, tungau, ulat, dan

pathogen berupa cendawan.

Pemasangan mulsa plastik sebaiknya dilakukan pada siang hari saat matahari sedang

bersinar terik, tujuannya agar mulsa plastik dapat ditarik dan mengembang secara

maksimal.

 

 

PEMBIBITAN

 

Mempersiapkan Media Tanam

Pembibitan dapat dilakukan di dalam polybag ataupun plastik bening dengan

diameter 4-5 cm. Media tanam dapat berupa campuran tanah gembur atau humus

dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Untuk melengkapi unsur hara, NPK

sebanyak satu sendok makan dapat ditambahkan ke dalam 20 kg campuran media

tanam. Sebelum media dipergunakan, sebaiknya diayak dulu untuk menghilangkan

kotoran.

Serangan hama dan penyakit pada bibit semangka bisa dicegah dengan pemberian

pestisida di media tanam sesuai dosis pada kemasan. Cara lain melalui sterilisasi

media tanam dengan cara disangrai. Setelah siap, masukan media tanam ke dalam

polybag sampai 2/3 bagian.

 

Pembenihan

Biji semangka mempunyai kulit yang keras sehingga sulit berkecambah. Untuk

merangsang pertumbuhannya, biji semangka harus “dibangunkan” dari masa

dormansinya. Caranya dengan merendam bji semangka ke dalam air hangat

bersuhu sekitar 40oC sejak pagi hingga sore hari. Setelah direndam, biji ditiriskan

dan dibungkus menggunakan kain basah selama semalam. Keesokan paginya

biasanya kulit semangka sudah retak dan biji mudah berkecambah.

Perendaman juga bagian dari sortasi, biji yang mengambang berarti biji yang jelek.

 

Penanaman Benih

Sebelum benih semangka dimasukkan ke dalam polybag, terlebih dahulu dibuat

lubang tanam menggunakan kayu atau bambu bulat dengan diameter dan

kedalaman sekitar 0,5 cm. Setelah itu, benih semangka ditanam lalu ditutupi

dengan pupuk kandang halus.

Untuk menghindari hama dan penyakit, serta untuk mempertahankan kelembaban,

bedengan pembibitan ditutup rapat menggunakan plastik bening yang diberi

rangka bambu berbentuk setengah lingkaran. Ukuran bedengan untuk

16.000-17.000 benih semangka memiliki panjang 23-24 meter, lebar 110-125 meter,

dan tinggi sekitar 75 cm. Pada hari ketiga biasanya lembaga biji sudah keluar,

kemudian diikuti dengan tumbuhnya daun beserta sulur. Lahan seluas 1 ha

membutuhkan benih semangka sebanyak 650 gram yang akan menghasilkan

sekitar 9000 tanaman.

 

Pemeliharaan Bibit

Pemeliharaan dilakukan antara lain dengan penyiraman setiap kali terlihat kering.

Setelah tumbuh dua helai daun, tudungan plastik dibuka sebelum pukul 9 pagi dan

sesudah pukul 5 sore agar tanaman terkena sinar matahari langsung. Sejak har

i ke-15, tudungan dilepas agar tanaman mudah beradaptasi terhadap sinar matahari.

Bibit siap dipindahkan apabila sudah berumur 20 hari atau sudah mengeluarkan

empat helai daun.

 

PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN

 

Penanaman

Lahan penanaman atau bedengan yang akan ditanami sebaiknya diairi terlebih

dahulu satu hari sebelumnya. Caranya dengan merendam bedengan dengan air

pada areal lahan sawah. Perendaman lahan tegalan dilakukan dengan cara

menyiram bedengan menggunakan selang di setiap lubang tanam. Hal ini biasanya

dilakukan pada musim kemarau, untuk mencegah kekeringan.

Penanaman bibit semangka di lahan yang menggunakan mulsa plastik, dilakukan

dengan cara menyobek polybag lalu dimasukkan pada lubang tanam pada mulsa

sebatas leher akar. Selesai ditanam, usahakan agar batang dan daun semangka

tidak menempel di mulsa plastik, karena dapat terbakar dan gosong, bahkan bibit

semangka dapat  mati.

 

Pemeliharaan

1.   Penyulaman

Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut bibit semangka yang tumbuh

tidak sempurna atau mati pada umur kurang dari 1 bulan beserta media tanam

disekitarnya.

Setelah itu disulam dengan bibit semangka yang sehat. Proses penyulaman

sama dengan proses penanaman bibit pada awal penanaman.

 

2.   Pemasangan Ajir (Turus)

Pemasangan ajir bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman,

mengefisienkan lahan tanam, dan memudahkan perawatan. Ajir yang dibuat

sebaiknya dari bambu jenis betung. Ajir dibuat dengan cara membelah batang

bambu menjadi empat bagian dengan panjang sekitar dua meter.

Salah satu ujung ajir kemudian diruncingkan, agar mudah ditancapkan.

Setelah jadi, ajir ditancapkan di bedengan dekat batang semangka dengan

kedalaman sekitar 25 cm. Bagian atas ajir kemudian disatukan hingga

membentuk huruf X, lalu diikat menjadi satu, jaraknya sekitar 25 cm dari

ujung ajir. Ikatan ajir yang satu dengan yang lain dapat diperkuat dengan cara

dihubungkan menggunakan bambu panjang dan tipis. Jika dilihat dari ujung

bedengan, turus akan dilihat seperti huruf A. Untuk menyangga buah

semangka, antar ajir dapat dibuat para-para dengan ketinggian sekitar 10 cm

dari bedengan.

 

3.    Pemangkasan dan Pembentukan Cabang

Pemangkasan bertujuan untuk membentuk percabangan dan meningkatkan

kualitas buah. Pemangkasan pertama dilakukan pada umur 10 hari dengan

memotong ujung ruasnya. Pemangkasan kedua pada umur 35 hari untuk

memilih dua cabang utama yang sehat dan akan menghasilkan buah.

Untuk mencegah penularan penyakit pada saat pemangkasan, terutama yang

disebabkan oleh cendawan Fusarium dan bakteri Pseudomonas, cutter atau

gunting yang digunakan sebaiknya direndam terlebih dahulu dalam larutan

fungisida dengan dosis 2 ml  per 1 liter air.

Waktu yang tepat untuk melakukan pemangkasan adalah setelah pukul 8 pagi

hingga pukul 4 sore agar luka bekas pemangkasan cepat kering.

Untuk mencegah serangan jamur di luka bekas pemangkasan, tanaman

disemprot menggunakan fungisida Dithane M-45, Antracol, atau Preficur N

sesuai dosis anjuran.

 

4.    Perempelan Bunga dan Penjarangan Buah

Bunga yang dapat menjadi buah adalah bunga yang muncul dari cabang ke

delapan, sehingga yang dipelihara adalah bunga yang ada di cabang ke

delapan dan seterusnya.

Setelah bunga menjadi buah, lakukan penyortiran terhadap buah yang

bentuknya tidak sempurna atau terserang hama penyakit. Dalam satu cabang

sebaiknya hanya disisakan satu buah. Seleksi terhadap buah dilakukan pada

umur 40-50 hari.

 

5.     Penyiraman

Penyiraman perlu dilakukan dengan rutin. Semangka yang ditanam di lahan

pesawahan biasanya dialiri air hingga bedengan terendam. Sementara itu,

semangka yang ditanam di lahan tegalan dapat disiram menggunakan ember

atau selang.

 

6.      Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan dilakukan untuk mendukung masa pembentukan bunga,

buah, dan masa pembesaran buah. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk

akar atau pupuk daun yang banyak mengandung unsur hara mikro.

         a.    Pupuk akar

Pemupukan susulan pertama pada umur 30 hari setelah tanam (HST),

dan yang kedua pada umur 45 HST. Pupuk yang diberikan berupa 2 kg

NPK 15:15:15 dan 1 kg KNO3 dalam 200 liter air.

b.     Pupuk daun

Pemupukan pada daun dimaksudkan untuk menyuplai unsur hara mikro

yang tidak dapat diserap akar. Pupuk daun yang dapat diberikan anatara

lain Gandasil, Growmore, dan Multimicro yang bisa ditambahkan ZPT

atonik.

Bagian daun yang disemprot adalah seluruh permukaan daun.

Untuk mengatasi terhambatnya resapan pupuk akibat permukaan daun

semangka dapat digunakan perekat, seperti Citowett.

 

 

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

 

Hama

 

Kutu Putih

 

Hama kutu putih (Pseudococcus sp.) berbentuk bulat, berwarna kehijauan dan

tubuhnya diselimuti oleh lapisan lilin berwarna agak keputihan. Kutu putih

menyerang tanaman semangka dengan cara mengisap cairan daun.

Kotorannya yang manis dapat mendatangkan semut. Serangan kutu putih dapat

membuat daun menjadi keriting dan merana. Bunga dan buah dapat menjadi rontok.

Kutu putih juga menjadi penyebar penyakit embun jelaga. Untuk memberantas kutu

putih harus dilakukan juga pemberantasan semut yang menjadi alat penyebarannya.

Pemberantasan dilakukan menggunakan insektisida dan akarisida.

 

Thrips (Thrips parvispinus)

 

Gejala serangan ditandai dengan munculnya bercak keperakan pada daun semangka.

Daun yang terserang menjadi keriting karena cairannya diisap. Thrips dapat menjadi

vektor berbagai virus, seperti TMV dan PMV. Perkembangbiakan Thrips secara

aseksual (tak kawin) sehingga penyebarannya sangat cepat.

 

Ulat Daun ((Ulat Grayak (Spodoptera sp) dan Ulat Jengkal (Plusia sp))

 

Ulat Grapyak

 

Ulat Jengkal

 

Serangan ulat membuat daun semangka berlubang atau bahkan hanya tersisa

tulang daunnya. Hal ini menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman akibat

fotosintesis terhambat.

Pengendalian secara mekanis dengan mengambil ulat satu per satu, atau dengan

cara kimiawi menggunakan insektisida. Dapat juga dengan cara menjaga sanitasi

kebun dan menggunakan perangkap ulat.

 

Kutu Daun (Myzus percicae)

Kutu daun menyerang tanaman semangka dengan cara menghisap cairan daun,

menyebabkan daun menjadi keriput, kekuningan, dan terlilit. Tanaman yang

terserang menjadi kerdil. Kutu daun menyebarkan penyakit tungau, embun jelaga,

virus dan mendatangkan semut. Pengendalian dilakukan dengan cara menyemprotkan

insektisida berbahan aktif imidalkloprid, fipronil, dan protiofos secara bergantian.

 

Semut dan Belalang

Semut dan belalang biasanya menyerang bibit tanaman semangka di persemaian.

Kedua jenis hama ini memakan bibit hingga rusak dan tidak dapat ditanam kembali

atau hingga bibit mati. Serangan semut dan belalang bisa ditanggulangi dengan

menggunakan insektisida racun kontak atau perut atau dengan menyebarkan

insektisida berbahan aktif karbofuran seperti Furadan 3G, Petrofur, dan Curater

di media persemaian.

 

PENYAKIT

 

Layu Fusarium

Cendawan Fusarium menyukai daerah lembab dan sering menyerang saat musim

hujan. Penyakit ini menyerang mulai daerah dengan ketinggian sedang hingga

tinggi. Tanaman semangka yang terserang akan layu, mengering, kemudian mati.

Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan fungisida.

Pemakaian surfaktan  (perata dan perekat) pada musim hujan sangat  dianjurkan.

Tanaman yang terserang sebaiknya disingkirkan dan dimusnahkan agar penyakit

tidak menular. Rotasi tanaman dengan tanaman yang bukan inang dapat dilakukan

untuk memutus siklus hidup cendawan ini.

 

Layu Bakteri

Layu bakteri pada tanaman semangka disebabkan oleh bakteri Pseudomonas.

Bagian tanaman yang terserang layu bakteri ketika dipotong dan dimasukkan ke

dalam air bersih akan mengeluarkan cairan berwarna putih. Serangan layu bakteri

biasanya terjadi di daerah dataran rendah yang kondisinya lembab dan panas.

Penyebaran penyakit ini bisa terjadi melalui air, angin, dan peralatan yang digunakan.

Pengendalian dilakukan dengan menggunakan pestisida Agrept 20 WP atau

Agrimycin.

Lahan yang terserang penyakit ini sebaiknya ditaburi kapur pertanian dan selama

dua tahun tidak ditanami tanaman yang bisa menjadi inang Pseudomonas.

 

Busuk Daun (Phytophthora infestans)

Penyakit ini dikenal juga dengan nama cacar, terlihat dari munculnya noda hitam di

daun dan buah. Bagian yang  terserang menjadi kering, keras, dan busuk.

Serangan penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kelembaban kebun,

melakukan pemangkasan secara teratur, dan menjaga sanitasi kebun.

Busuk daun dapat diberantas menggunakan Bubur Bordeaux 1-3%, Akofol 50 WP,

Preficur N, Prufit PR 10/56 WP, Ridomil, Dhitane, dan Antracol.

 

Busuk Buah (Colectroticum sp.)

Serangan cendawan ini ditandai dengan munculnya bercak coklat yang semakin

melebar di buah semangka. Pada serangan yang parah, buah akan menjadi kering,

busuk dan keriput. Penyakit ini biasanya menyerang buah semangka muda,

sehingga mengurangi hasil panen hingga 75%.

Serangan penyakit busuk buah dapat diatasi dengan mengatur jarak tanam agar

tidak terlalu rapat, melakukan pemangkasan secara teratur dan melakukan

penyemprotan fungisida sistemis atau fungisida kontak yang berbahan aktif

karbendazim fenorimol secara teratur.

 

Busuk Leher (Phytium ultimum)

Biasanya menyerang bibit, tapi kadang-kadang juga menyerang tanaman dewasa.

Gejala yang terlihat adalah munculnya  bercak warna hitam yang basah di pangkal

batang, lama-kelamaan tanaman yang terserang akan roboh.

Serangan busuk leher dapat dicegah dengan menjaga kelembaban lahan dan

memberikan fungisida pada benih.

 

Virus (Cucumber Mozaik Virus)

Daun yang terserang virus ini akan keriting, berkerut dan tampak bercak kuning.

Tanaman yang terserang menjadi tidak normal pertumbuhannya.

Buah pun menjadi abnormal atau kerdil. Penyakit akibat virus tidak dapat disembuhkan.

Cara menanggulanginya adalah dengan memusnahkan tanaman yang terserang.

Cara mencegahnya dengan menjaga kebersihan lahan.

 

Kudis (Cladosporium cucumerinum)

Serangan dapat menimbulkan bercak hijau kecoklatan pada buah, kemudian akan

muncul lekukan. Sepintas serangan terlihat seperti kudis pada manusia. Dari bercak

akan keluar cairan seperti getah karet. Selain menyerang buah, kudis juga

menyerang daun.

Pada daun yang terserang akan muncul bercak berwarna kuning. Pencegahan

dilakukan dengan cara membersihkan kebun dari gulma, menanam varietas yang

tahan terhadap penyakit, dan melakukan rotasi tanaman. Untuk menghambat

serangan kudis digunakan fungisida Manzate atau Ridomil MZ.

 

Busuk Batang (Botryodiploida theobromae)

Busuk batang menyerang cabang dan tangkai tanaman. Bagian yang terserang

menjadi berwarna coklat. Setelah itu cendawan akan membentuk miselium di kulit

buah.

Bagian tanaman yang terluka sangat rentan terhadap penyakit busuk batang.

Membersihkan lahan dari sampah dan gulma dapat dilakukan untuk mencegah

perkembangan penyakit ini. Fungisida yang dianjurkan untuk menanggulangi

penyakit ini adalah Delsene MX 200 atau Derosal 500 SC.

 

Embun Tepung (Erysiphe cichoracearum)

Serangan embun tepung menghebat pada musim kemarau, sedangkan pada suhu

rendah cendawan membentuk konidium. Gejala serangan penyakit ini ditandai

dengan munculnya bercak berwarna putih berbentuk bulat di permukaan bawah

daun.

Semakin lama bercak semakin melebar hingga seluruh daun tertutupi tepung

berwarna putih. Setelah itu daun menjadi berwarna coklat dan keriput. Tanaman

yang terserang lama-kelamaan akan mati. Tanaman yang terserang penyakit ini

harus dicabut dan dimusnahkan. Pengendalian penyakit ini dapat menggunakan

pestisida Afugan 300 EC atau Calixin 750 EC.

 

Antraknosa (Colletotrichum lagenarium)

Gejala serangan ditandai dengan munculnya bercak bulat berwarna kecoklatan

pada daun. Bercak semakin lama semakin membesar, menyatu, dan muncul bercak

kehitaman dengan bagian tengah berwarna putih dan spora yang berwarna

kemerahan.

Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan sanitasi lahan dan pengaturan jarak

tanam menjadi agak renggang. Serangan Antraknosa bisa dikendalikan dengan

menyemprotkan fungisida Dithane M-45 atau Derosal 60 WP.

 

 

PANEN DAN PASCA PANEN

 

Umur panen tanaman semangka tergantung pada jenis atau varietasnya dan pada

lokasi penanaman. Semakin tinggi lokasi penanaman, semakin lambat waktu

panennya.

Pada umumnya buah semangka dapat dipanen pada umur 75-100 HST.

 

Tingkat kematangan buah semangka juga bisa ditentukan dengan cara :

1.   Memukul-mukul buah semangka. Buah semangka yang sudah tua atau siap

panen akan mengeluarkan bunyi yang “berat” dibandingkan yang masih muda.

2.   Melihat kulit buah. Kulit buah semangka yang sudah tua biasanya berwarna

terang  dan sudah tidak dilapisi lilin.

3.   Melihat batang buah. Batang buah semangka yang siap panen biasanya

berwarna coklat kekuningan. Tangkai muda berwarna hijau dan berbulu halus.

 

Cara memanen buah semangka yang baik adalah dengan memotong batang buah

tepat di pangkal batang yang berbatasan dengan cabang. Pemanenan sebaiknya

dilakukan pada waktu pagi hari setelah titik embun hilang dan pada saat tidak hujan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari timbulnya cendawan penyebab penyakit yang

akan merusak buah semangka pada saat diangkut atau disimpan.

sumber: http://www.facebook.com/groups/asosiasipepayaindonesia/doc/240401889362814/

About these ads

Perihal INDOAGROW
kami membantu pihak-pihak yang ingin berbisnis dalam bidang agribisnis. Pengalaman dan Tim kami mampu mesukseskan sebuah proyek agribisnis dengan baik. saat ini kami sedang gencar mengembangkan investasi Jabon (Anthochepallus cadamba) di beberapa daerah. Perpaduan jabon dan komoditas-komoditas agribisnis lain menjanjikan keuntungan ekonomis dan ekologis yang besar. selain itu, kami juga bergerak dalam bidang trading komoditas agribisnis. Aneka produk agro berkualitas kami perdagangkan demi kemajuan agribisnis Indonesia. lebih lanjut bisa menghubungi: CV indoAgrow Manajemen dan Tradding Agribisnis Jl UKDW 11 Seturan Depok Sleman Yogyakarta Telepon 081931723043/081328876164 email: indoagrow@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: